Masih Banyak Kendaraan Roda 6 Berseliweran Tidak Pada Jamnya

hallobanua.com, Banjarmasin - Lalu lintas kendaraan roda 6 yang kerap melintas di jalan utama di Kota Banjarmasin tidak pada jam dan ketentuan yang diberlakukan,  kerap dikeluhkan masyarakat. 

Sesuai peraturan,  kendaraan angkutan beroda 6 atau lebih tidak boleh masuk dan melintas di jalan kota mulai pukul 06.00 sampai 9.00 Wita pagi. 

Sedangkan di sore hari, mobil-mobil angkutan besar jenis truk tidak diperbolehkan masuk ke jalan kota mulai pukul 16.00 sampai dengan 18.00 Wita. 

Bercermin dari kecelakaan lalu lintas yang menewaskan seorang gadis bernama Tiara Nabila(17), pada Rabu (03/11/21) sore kemarin, tentunya turut menyita perhatian publik. 

Padahal, di jam tersebut aktivitas truk angkutan masih dilarang untuk melintas di ruas jalan kota. 

Menyikapi itu, Kepala Bidang (Kabid) Lalu-lintas, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Banjarmasin, Slamet Begjo mengakui, bahwa selama pandemi memang terjadi penambahan jumlah truk yang melintas di jalan kota, bahkan melanggar aturan waktu yang sudah ditetapkan. 

"Dari pengamatan kami, truk-truk besar ini banyak berseliweran di jalan kota pada sore hari. Tapi untuk pagi hati mereka masih tertib," ucapnya pada awak media lewat sambungan telepon, Kamis (04/11/21) sore. 

"Selama pandemi ini, hanya aturan di jam pagi saja yang efektif. Sorenya kami lihat masih banyak yang melanggar," sambungnya lagi. 

Sebelumnya, reporter hallobanua.com, sempat memantau di sekitaran Jl. R Soeprapto pada Kamis (04/11) sore sekitar pukul 16.10 Wita. 

Terlihat truk angkutan yang hilir mudik di pertigaan Bundaran KB. Ada yang mengarah ke Jalan Sutoyo S, begitu juga sebaliknya. 

Namun sayangnya tidak ada patroli atau pengawasan dari pihak berwenang. Lalu, mengapa hal tersebut terkesan dibiarkan? 

Terkait hal itu, Slamet mengaku bahwa pihaknya tidak bisa melakukan tindakan kepada sopir yang melanggar batas jam operasional di jalan-jalan kota. 

"Kita tidak bisa menindaknya, karena itu merupakan kewenangan dari pihak kepolisian. Kami tidak bisa melarang, kewenangan kami hanya sebatas memasang rambu dan himbauannya saja," ungkapnya. 

Padahal menurutnya, truk hanya boleh melintas ketika sebelum atau melewati waktu yang sudah ditentukan. 

"Karena ini sudah diatur sejak tahun 2009, karena itu, kami minta kesadaran para sopir untuk bisa mengikuti aturan yang ada," pungkas Slamet. 

Sementara itu, Kasat Lantas Polresta Banjarmasin,  Kompol Gustaf Adolf Mamuaya menduga, maraknya truk masuk ke jalan kota ini setelah jembatan Sungai Alalak selesai dan diresmikan. 

"Jadi mereka yang dari pelabuhan dan luar kota melintas (dalam kota) karena ingin menuju jembatan Sei Alalak untuk menuju Kalteng atau Kabupaten Barito Kuala," ucapnya, Kamis (04/11/21) tadi. 

Oleh karena itu, hal itu menjadi PR dan catatan Satlantas Polresta Banjarmasin untuk duduk bersama dengan Balai Jalan dan Dinas Perhubungan Banjarmasin guna menentukan langkah-langkah ke depan. 

"Makanya kita akan duduk bersama guna mencarikan solusi terbaik. Apakah waktunya yang diatur, rute yang dilalui maupun apakah akan ada rambu-rambu tambahan," tutupnya. 

rian akhmad/ may

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar