Pagar Dermaga Siring Banyak Hilang, Diabudpar Bakal Anggarkan Perbaikan Tahun 2022

hallobanua.com, Banjarmasin - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Banjarmasin angkat bicara terkait kerusakan pagar dermaga di siring seberang Masjid Sultan Suriansyah. 

Sebelumnya diketahui, aset dermaga itu tak lagi milik Balai Wilayah Sungai Kalimantan II. Melainkan, sudah diserahkan ke Disbudpar Banjarmasin. 

Kepala Disbudpar Kota Banjarmasin, Ikhsan Alhak saat dikonfirmasi mengatakan, terkait pelimpahan aset ke dinasnya itu sama sekali tidak diketahuinya. Malah ia mengaku dirinya juga belum melihat dokumen pastinya penyerahan aset dermaga tersebut. 

"Mohon bersabar terlebih dahulu. Nanti, akan kami bicarakan dengan bendahara barang. Karena yang pasti, harus ada dokumen hitam putihnya. Dari dikumen itu ada konsekuensi dan kewajiban memelihara," ucapnya. 

Ikhsan pun mengaku akan menganggarkan perbaikan pagar dermaga itu di tahun 2022 jika memang aset tersebut diserahkan ke dinasnya. 

"Kami sudah mengetahui kondisinya seperti apa. Ada yang patah, dan ada yang hilang atau jatuh ke sungai," terangnya. 

Ditanya apakah ada indikasi pencurian atau perusakan? 

Ikhsan mengakui jika potensi hal itu ada dikarenakan kawasan tersebut memang tak ada kamera pengawas alias CCTV. 

"Sekali lagi, kalau memang sudah jadi aset disbudpar, kami akan lihat secara keseluruhan. Termasuk penanganan yang dilakukan. Apakah bakal diganti secara permanen atau cukup dengan mengganti yang hilang. Nanti akan kami evaluasi lagi," pungkasnya. 

Sementara itu, Bambang, salah satu warga kawasan tersebut mengungkapkan, hilangnya pagar kayu itu terjadi lantaran kayu penjepit di bagian atas dan bawah sudah lapuk dan banyak terlepas. 

Hal itupun membuat banyak anak pagar mudah terlepas dari rangka utamanya. 

"Hanya sekitar dua puluh anak pagar yang bisa kami selamatkan, sisanya entah hilang kemana. Penjepit anak pagar itu dibikin dari kayu biasa, makanya cepat lapuk," ungkap Bambang. 

Ia bilang, tentunya kondisi tersebut cukup membahayakan para pengunjung, terutama warga sekitar. 

"Takutnya ada anak-anak yang lepas dari pengawasan orangtuanya, tiba-tiba jatuh ke sungai gara-gara pagarnya banyak yang hilang," pungkasnya. 

Ia pun berharap pemerintah bisa sesegeranya memperbaiki kerusakan pagar itu. Untuk kenyamanan bersama. 

rian akhmad/ may

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar