PDAM Bandarmasin Penuhi Panggilan Ombudsman RI Kalsel, Buntut Aduan Masyarakat Alalak dan Mantuil

hallobanua.com, Banjarmasin - PDAM Bandarmasih Kota Banjarmasin,  memenuhi panggilan dari Ombudsman RI Perwakilan Kalimantan Selatan (Kalsel).

Pemanggilan tersebut terkait aduan masyarakat seiring seringnya terjadi gangguan distribusi air bersih. 

Hadir di acara tersebut, dari Ombudsman Kalsel adalah Hadi Rahman selaku Kepala Perwakilan bersama seluruh Keasistenan Pemeriksaan Laporan; sementara dari PDAM Bandarmasih adalah Yudha Achmady selaku Direktur Utama yang didampingi Walino dari Bagian Produksi dan Distribusi dan Sudrajat dari Bagian Humas, Jumat (12/11/21) berlangsung di Aula Kantor Ombudsman RI Kalsel di Banjarmasin. 

Hadi Rahman menyampaikan bahwa pertemuan dimaksud diadakan sebagai tindak lanjut dari laporan masyarakat terkait layanan distribusi air PDAM Bandarmasih yang tidak lancar di kawasan Kelurahan Alalak Tengah, Alalak Utara dan Mantuil. 

Tim Ombudsman Kalsel sebelumnya juga sudah melakukan pemeriksaan langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi distribusi air yang dikeluhkan macet atau tidak mengalir dalam beberapa waktu terakhir di daerah tersebut. 

Yudha Achmady berdalih bahwa macetnya air disebabkan kebocoran pipa yang menjadi jalur distribusi PDAM Bandarmasih. 

Katanya, ada 18 titik kebocoran yang ditemukan. Petugas PDAM Bandarmasih selanjutnya melakukan perbaikan kebocoran, pembenahan jaringan, termasuk koneksi antar pipa, serta pemerataan tekanan dan debit. 

Perbaikan sudah hampir selesai, terutama di daerah Alalak, sedangkan di Mantuil masih berlangsung. Selama masa perbaikan ini PDAM Bandarmasih menyediakan air melalui mobil tangki yang beredar ke wilayah terdampak. 

Hadi Rahman meminta agar perbaikan segera diselesaikan baik yang di Alalak maupun Mantuil. Tidak boleh berlama-lama, harus ada waktu pemulihan (recovery time) yang jelas. 

Tim Ombudsman Kalsel akan kembali ke lapangan di minggu depan untuk mengecek sejauh mana penyelesaian perbaikan yang dilakukan PDAM Bandarmasih. 

Selain itu, dalam jangka panjang perlu disusun dan dilaksanakan upaya pemeliharaan dan penggantian pipa-pipa yang sudah lama, bocor dan berukuran kecil secara terukur dan terjadwal. 

Juga perlu ada alat atau sistem yang bisa mendeteksi kebocoran secara cepat dan otomatis, sehingga tidak harus repot mengecek satu persatu. 

PDAM Bandarmasih diminta pula untuk terus meningkatkan pengelolaan pengaduan dan komunikasi publik yang baik kepada para pelanggan, termasuk melalui website resminya. 

Atas permintaan Ombudsman, Yudha Achmady berjanji akan melaksanakannya. 

Ditegaskannya, keluhan macetnya air di daerah Alalak ditarget selesai minggu ini, sementara daerah Mantuil minggu depan. 

PDAM Bandarmasih juga akan secara rutin mengecek potensi kebocoran di daerah-daerah lainnya. 

Selain itu, PDAM Bandarmasih siap melanjutkan rencana pemeliharaan dan penggantian pipa, mengkaji kemungkinan penerapan alat/sistem deteksi kebocoran dalam rencana bisnis/strategis perusahaan, mengoptimalkan layanan pengaduan pelanggan serta mengaktifkan berbagai media komunikasi perusahaan. 

Tim Liputan/ may

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar