SMKN 4 Banjarmasin Deklarasi Anti Perundungan

hallobanua.com, Banjarmasin - Moment Hari Pahlawan sedikit istimewa bagi SMKN 4 Banjarmasin. Pasalnya, bertepatan juga  di Hari Ulang Tahun Kepala SMKN 4, sekolah kejuruan favorit di kota ini,  melaunching  dan mendeklarasikan anti perundungan atau bulying. 

Kegiatan yang dikemas dalam bentuk roots day itu,  turut disuguhkan  penampilan dari sejumlah siswa, seperti seni musik dari program jurusan keahlian musik, pembacaan puisi. 

"Sedikitnya ada 15 modul yang akan dipelajari oleh siswa untuk dapat mendukung program anti perundungan. Dari 1.300 siswa ada 30 siswa yang menjadi pelopor anti perundungan. Mereka terpilih menjadi agen perubahan di warga sekolah," tutur Syafruddin, Kepala SMKN 4 Banjarmasin, Rabu (10/11/21). 

Menghindari bulying, Syafruddin mengingatkan kepada siswa mulai dari hal hal.kecil agar terhindar dari perundungan. 

"Warga sekolah memiliki etika, selain berbahaya bagi diri sendiri juga sekolah. Semua tim.agar melaksanakan program yang turut menjadi program SMK Unggulan, " katanya. 

Roots Day Deklarasi Anti Perundungan sendiri, merupakan program yang dicanangkan oleh UNICEP bersama praktisi pendidikan untuk dapat mencegah  perundungan di sekolah.

Dilakukan berdasarkan instruksi  dari Kemendikbud,  dan SMKN 4 Banjarmasin ditunjuk untuk mendeklarasikan anti perundungan tersebut. 

Beberapa orang siswa di SMKN 4 diseleksi sebagai pelopor anti perundungan, diharapkan dapat menjadi agen  perubahan mencegah bulying terhadap siswa dan bebas dari perundungan. 

Kepala SMKN 4 Banjarmasim, Syafruddin menambahkan,  deklarasi anti perundungan menjadi gerakan untuk menyukseskan program dari UNICEP dan Kemendikbud. 

Apalagi katanya SMKN 4 Banjarmasin menjadi SMK Unggulan, sehingga program ini harus didukung penuh. 

"Saya menyambut baik deklarasi anti perundungan ini  dan kami dari dinas pendidikan sangat mendukungnya, ujar  Kasi Sapras Disdik Kalsel  Daryatno hadir mewakil Kabid SMK. 

Menandai dilaunchingnya Deklarasi Anti Perundungan, SMKN 4 Banjarmasin menyematkan pin kepada 30 orang siswa yang terpilih menjadi agen perubahan. 

Selain itu, 30 orang siswa terpilih juga mengucapkan ikrar sebagai agen perubahan untuk mendukung gerakan anti bulying. 

Tim Liputan/ may

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar