Warga Simpang Sungai Jelai Ingin Dibuatkan Jalan

hallobanua.com, Banjarmasin - Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin saat ini terus meningkatkan pembangunan, khususnya dalam bidang infrastruktur jalan.

Kendati demikian, warga menginginkan pembangunan yang merata disemua kawasan khususnya di daerah pinggiran.

Salah satunya di wilayah Simpang Sungai Jelai Banjarmasin Selatan.

Kawasan yang berada di Kelurahan Basirih Selatan itu memang terlihat sudah dicor beton. Namun, di RT 27, tidak seperti itu.

Dari pantauan hallobanua.com di lapangan, terlihat jalanan lingkungan didominasi jerami dan tempurung kelapa terampar, terlihat masih serabutan.

Bahkan, beberapa hanya berupa titian yang berada di atas tanah bekas rawa, membuat jalan terlihat becek.

Menurut Junaidi, salah satu warga disana mengatakan, bila air pasang maka jalan lingkungan akan terendam bahkan genangannya bisa sampai teras rumah.

"Mungkin, sekitar 4 hari ke depan, air bakal kembali pasang. Kalau sudah seperti itu, jalan ini pasti terendam. Bila sudah kembali surut, yang tersisa tinggal beceknya. Jalanan pun jadi becek, " katanya.

Oleh karena itu Ia berharap ada pembangunan jalan di lingkungan tempat tinggalnya.

Sebelumnya, pemerintah sempat membangunkan 2 buah jembatan lingkungan RT 27 yang dihuni sebanyak 90 kepala keluarga itu.

"Perbaikan jembatan itu pun dua tahun yang lalu. Kebetulan, saya salah satu yang dipekerjakan," jelasnya.

Terkait jalan, pria yang bekerja sebagai petani dan pekerja bangunan itu pun mengaku, jika perbaikan jalan hanya dilakukan gotong royong bersama warga setempat.

Senada dengannya, Mansyah (62) yang merupan tokoh masyarakat di kawasan itu mengatakan, dahulu jalan lingkungan disana sempat dibuat oleh warga dan dibantu TNI.

Jalanan yang dibuat sampai tembus ke SDN Basirih 10. Karena seiring berjalannya waktu, jalan itu terputus.

Diketahui, warga yang anaknya bersekolah di SDN itu pun saat ini mereka hanya bisa mengaksesnya menggunakan jukung kecil bermesin atau sampan.

"Setelah itu, perbaikan jalan hanya swadaya masyarakat. Misalnya, di atas jalanan ini dihamparkan kulit kelapa, dan lain-lain," bebernya.

Ia pun berharap, pemeritah dapat memperbaiki jalan kawasan tersebut, untuk memudahkan akses warga sekitar melakukan aktifitas sehari-hari.

"Kami sebenarnya tidak ingin muluk-muluk. Seperti apapun bantuan untuk jalan ini, kami terima. Yang penting dibuatkan alias diperbaiki. Yang penting jalanan nyaman," tutupnya.
 

rian akhmad/ may

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar