Kelompok 34 Mahasiswa KKN Uniska, Ikut Bantu Kembangkan Ternak Itik di Desa Salat Makmur

hallobanua.com, Kab. Banjar – Tak mau kalah dengan kelompok KKN mahasiswa UNISKA  lainnya, salah satu kelompok KKN bimbingan dari sang dosen, yakni Kelompok 34 yang tergabung dalam pelaksanaan program KKN di Desa Salat Makmur, Kecamatan Beruntung Baru Kabupaten Banjar, Selasa (15/2/22) kemarin,  ikut menuntaskan program Kuliah Kerja Nyata-nya melalui pengembangan ternak itik.

Kelompok 34 Mahasiswa KKN  Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari ini, terbilang sukses dalam menyelesaikan tema KKN-nya yakni pemberdayaan masyarakat sebagai upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui ternak itik.

Tema KKN tersebut setidaknya berkolerasi dengan rencana pihak aparat desa setempat yang akan mengembangkan ternak itik dalam skala besar, seiring akan mendapatkan kucuran dana dari pemerintah pusat melalui dana desa sebesar 20 persen untuk dikembangkan melalui program ketahanan pangan, salah satunya melalui ternak itik.

Bak gayung bersambut, untuk membantu dalam merealisasikan program ternak itik tersebut, Kelompok 34 mahasiswa KKN Uniska pun membantu memberikan saran dan masukan kepada aparat desa dan warga setempat.

Sebelum turun ke lapangan, bertempat di Kantor Kepala Desa Salat Makmur, Kelompok 34 Mahasiswa KKN Uniska ini memberikan penyuluhan kepada warga tentang ternak itik.
Sosialisasi dan penyuluhan dari puluhan mahasiswa KKN itu pun disambut antusias oleh warga setermpat.

“Dalam penyuluhan tadi kami menyampaikan informasi tentang pemberdayaan dan pakan ternak itik. Bahkan, kami juga ikut memberikan saran dan masukan ke masyarakat setempat bahwa tanaman  eceng gonfok bisa menjadi bagian dan campuran untuk  pakan itik,” ungkap Abdul Fattah, selaku Ketua Kelompok 34.


Arief Hidayatullah, S.Pi, MP, selaku Dosen Pembimbing KKN Kelompok 33 dan  34, mengungkapkan jika tema yang diambil dalam program KKN di kelompok 34 ini sesuai dengan hasil komunikasi bersama pihak desa.
“Sebelumnya hasil komunikasi kita dengan pihak desa karena kebetulan sekali di Desa Salat Makmur ini akan mendapatkan dana sebesar 20 persen untuk program ketahanan pangan khususnya ternak itik, jadi kita tindaklanjuti melalui program KKN ini,” ungkap Arief Hidayatullah.

Arief sendiri juga mengaku bangga atas kinerja mahasiswa dibawah bimbingannya, lantaran cukup membantu dalam pengembangan program ketahanan pangan di Desa Salat Makmur.
“Dari mahasiswa kami cukup berbangga karena melalui program KKN ini mahasiswa kami dilibatkan dalam rencana pengembangan desa melalui program ketahanan pangan yakni ternak itik, dan kami melakukan pengkajian apa saja yang dipersiapkan untuk pengembangan ternak itik,” ujar dosen yang dikenal ramah ini.

Ditambahkannya, selama kegiatan sosialisasi dan penyuluhan ke warga, mahasiswanya juga ikut memberikan informasi kepada warga, seperti mulai penyediaan bibit persiapan kandang dan pakan dan obat-obatan untuk mengantisipasi adanya  penyakit yg bisa menyerang itik.

“Alhamdulillah saat penyuluhan bersama mahasiswa kami, warga sangat antusias dan ingin mengetahui lebih lanjut, oleh sebab itu kami berusaha akan memberikan pembekalan lebih lanjut nantinya akan melibatkan pihak kampus dan akademisi dari program studi peternakan,” timpalnya.

Arief juga berharap, melalui kegiatan KKN ini semua program yang telah diarahkan bisa sedikit membantu rencana program dari desa.
 “Alhamdulillah mahasiswa KKN bimbingan saya sudah melaksanakan semua program kerja yang luar biasa dan mereka menyusun sesuai dengan apa yang diharpakan pihak desa itu adalah poin utama yang ingin kami kembangkan,” tuturnya.
Sementara itu, Ike Mulyani, Kasi Pemerintahan Desa Salat Makmur mengaku sangat terbantu dengan kehadiran mahasiswa KKN dari Uniska tersebut.

“Dengan hadirnya mahasiswa KKN dari Uniska ini setidaknya dapat membantu kami dalam rencana pelaksanaan program ketahanan pangan di desa kami,” ujar Ike Mulyani.
Dijelaskannya, Desa Salat Makmur mendapatkan dana desa dari pemerintah pusat untuk  program ketahanan pangan, yakni program peternakan itik dikelola bersama pemerintahan desa dan Bumdes yang nantinya akan membangun sebuah peternakan itik dalam skala besar.

“Tahun ini baru rencana belum dijalankan karena anggaran belum turun, dana yang akan kami terima sebesar Rp 180 an juta dari 20 persen dana desa total keseluruhan,” sambungnya.
Selama kegiatan KKN tersebut, Kelompok 34 ini juga melakukan kegiatan lainnya seperti bersih-bersih lingkungan warga dan pengecetan mushalla Darussa’id di RT 03 Desa Salat Makmur.
Tak kalah menariknya, sambil didampingi oleh dosen pembingnya, puluhan Mahasiswa KKN Kelompok 34 dari Uniska ini juga mengunjungi peternak itik petelur di salah satu rumah warga, sembari ikut memberi pakan ke ratusan itik petelur.

Tim Liputan/ may

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar