Ini Respon Pemko Banjarmasin Terkait Kecelakaan BPK Dengan Pengendara

 
Ahmad Muzaiyin Plt Kepala DPKP Banjarmasin

hallobanua.com, BANJARMASIN - Kecelakaan yang melibatkan mobil BPK dan pengendara roda dua pada Kamis, (31/03/22) kemarin, turut menjadi perhatian Pemko Banjarmasin. 

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DPKP Banjarmasin, Ahmad Muzaiyin mengatakan, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Banjarmasin, sangat menyayangkan kejadian seperti itu terulang kembali. 

Muzaiyin pun mengaku hanya bisa berharap agar kejadian serupa tidak kembali lagi terjadi di Kota Banjarmasin. 

Ia bilang, tentunya semua pihak baik itu Pemko Banjarmasin sama sekali tidak menginginkan hal tersebut terjadi. 

"Kita tentunya menekankan lagi pesan Pak Wali, yang meminta agar para anggota E-Damkar bisa menjalankan apa harapan beliau kepada mereka  tetap mengutamakan keselamatan baik bagi korban kebakaran, perseonel anggota BPK/PMK dan keselamatan pengguna jalan,"ungkap Muzaiyin. 

Lantas, apa langkah Pemko Banjarmasin dalam menanggapi musibah ini? 

Terkait hal itu, Muzaiyin mengaku dirinya akan melakukan koordinasinya lebih jauh lagi sebagaimana yang dilakukan saat tragedi sebelumnya. 

"Tadi malam anggota damkar di lapangan juga mendampingi sampai ke rumah sakit. Anggota kita bersama unit BPK Pasar Lama juga masih mendampingi pihak keluarga korban di rumah sakit," tuturnya. 

Sementara itu, BPK Pasar Lama yang terlibat dalam tragedi tabrakan maut tersebut rupanya sudah terdaftar sebagai BPK/PMK swakarsa yang berada di bawah naungan Pemko melalui E-Damkar milik DPKP Banjarmasin. 

Muzaiyin pun mengaku hanya bisa berharap bahwa tragedi ini menjadi pelajaran dan warning bagi BPK/PMK swakarsa lainnya agar tetap mengutamakan kehati-hatian saat menuju tempat kejadian kebakaran. 

"Untuk seluruh relawan damkar yang terdaftar di E-Damkar ini kita harap mematuhi segala aturan yang sudah ditetapkan dalam SE yang sudah kota sebar," tekanya. 

Ditanya terkait Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Damkar yang saat ini masih direvisi? Muzaiyin mengakui bahwa saat ini belum ada perkembangannya. 

"Karena di tahun 2022 masih belum ada pembahasan lanjutan di DPRD Banjarmasin," paparnya. 

Meski begitu, Muzaiyin menuturkan bahwa saat ini Pemko Banjarmasin sudah menunjukkan upaya yang serius dengan membentuk DPKP. 

"Tapi, kita akui masih perlu melakukan pembenahan dalam banyak hal yang berkaitan dengan keberadaan relawan damkar di Banjarmasin. Semoga dengan adanya DPKP ini bisa membuat kejadian yang tidak kita harapkan ini bisa semakin berkurang bahkan tidak akan terjadi lagi," pungkasnya. 

rian akhmad/ may

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar