Dirut PDAM Tak Hadir Dalam RDP Komisi II DPRD Kota Banjarmasin


hallobanua.com  BANJARMASIN - Komisi II DPRD Kota Banjarmasin akhirnya memanggil jajaran PT Air Minum Bandarmasih untuk rapat dengar pendapat (RDP), di Banjarmasin, Kamis (19/5/22). 

Rapat menyangkut kinerja dan progress PDAM terkait masalah distribusi dan pemasangan pipa untuk wilayah Banjarmasin Barat ini, menjadi pembahasan  utama dalam rapat dengar pendapat tersebut. 

Undangan RPD ini hanya dihadiri tiga jajaran Direksi PDAM yakni Direktur Operasional Supian, Senior Manager Produksi dan operasional dan Senior Manager Keuangan dan Pemasaran Sahrani. 

Sedangkan Direktur Utama PDAM  H.Ahmad Yudha Ahmadi tampak tak hadir dengan alasan menghadapi agenda rapat dilain tempat. 

Ketua Komisi II, Awan Subarkah mengatakan, perlu melakukan evaluasi terhadap progress  PDAM dalam mengatasi permasalahan macetnya distribusi Banjarmasin Barat.  

Hasil RDP, beberapa hal yang disepakati yakni pengiriman air tangki dan menyiapkan tandon ke daerah bermasalah. Dilakukannya pemasangan pipa dan pembuangan angin pada pipa, meningkatkan tekanan air hingga menjadi 2,9 bar agar air bisa sampai ke ujung. 

Rencana jangka panjang selanjutnya akan memasang pipa baru atau peremajaan pipa PDAM dari jalan A.Yani KM 1 hingga Sutoyo S. 

"Memang saatnya dilakukan peremajaan karena umurnya tua, "kata Awan Subarkah. 

Dalam pemasangan pipa ini diperlukan anggaran sekitar 96 Miliar Rupiah karena sistem pemasangan pipa yang menggunakan sistem bor seperti sesuai dengan permintaan balai jalan. 

"Dengan ini kami harapkan PDAM juga melakukan negosiasi sesegaranya agar bisa melakukan peremajaan pipa,"katanya.  

Ditegaskan Awan, hasil RDP ini sebagai kesepakatan nantinya akan dikawal oleh Komisi II,  jika tidak menunjukkan progress baik maka akan ada kebijakan lain yang diserahkan kepada pimpinan daerah. 

Sementara, Supian menjelaskan,  pihaknya terus berusaha agar pelayanan air ke Banjarmasin Barat serta serah krisis air lainnya dapat kembali normal. 

Beberapa langkah telah dilakukan untuk memenuhi kebutuhan air bagi pelanggannya, diantaranya, mengirimkan air tangki dan menyiapkan tandon di daerah krisis air bersih. 

Tahapan lain yakni melakukan penelusuran terhadap pipa bocor di sekitar kawasan tersebut yang mempengaruhi distribusi air ke setiap rumah pelanggannya. 

"Tanjung berkat, Pelambuan, Rawasari ujung, Simpang jagung dan Kuin sudah mengalir meskipun dengan catatan tertentu, namun ada juga yang belum mengalir seperti gang Nurdin, "cetus Supian.  

Seminggu ini juga kami melakukan pembuangan angin untuk meningkatkan tekanan pada pipa. 

Selanjutnya, saat ini kendala besar yakni suplai ke IPA 1 arah Sutoyo masih menggunakan pipa 630 mm. Artinya dengan pipa itu hanya 1,2 bar sehingga pada ujung jaringan bermasalah. 

"Idealnya ditambah menjadi tekanan 3 bar maka bisa saja normal seperti distribusi Banjar timur dan selatan yang hanya dalam hitungan jam bisa sampai keujung. Makanya solusinya sementara kami meletakkan tandon dan supply air,"jelasnya. 

Kami juga melakukan pergantian pipa di beberapa titik yang tadinya 2 inci menjadi 4 inci sehingga ada beberapa titik, termasuk juga akan mengganti pipa di bawah jembatan, "katanya. 

Sementara ditanya terkait ketidakhadiran Dirut PDAM Yudha Ahmadi, Supian mengatakan bahwa Direktur sedang rapat ditempat lain. 

"Bapak Dirut sedang rapat bersama  pemko dan propinsi terkait dengan Rencana Kerja Anggaran (RKA) PDAM sehingga kami yang menghadapi disini, "tutur Supian. 

Dya/ may
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar