Wabah PMK Hewan Ternak, Ibnu Minta Dinasnya Dapat Mengantisipasi

hallobanua.com, BANJARMASIN - Meskipun tak ada temuan terkait penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak sapi di Banjarmasin, namun hal tersebut turut menjadi atensi Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin. 

Wali Kota Banjarmasin, H Ibnu Sina pun menginstruksikan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) kota Banjarmasin untuk selalu melakukan pengawasan dan antisipasi  terhadap hewan ternak yang masuk ke Kota Banjarmasin. 

"Jadi alhamdulillah di RPH sendiri sudah diantisipasi dengan baik. Yang kita waspadai ini yang dari luar, apalagi ini mendekati ibadah qurban," ungkap Ibnu belum lama tadi. 

Karena menurut Ibnu, kebutuhan sapi  qurban di Kota Seribu Sungai, hampir 3 ribu ekor pertahun. Namun tahun ini, ketersediaan sapi hanya 1000 ekor. 

"Jadi harus didatangkan dari luar, seperti kawasan penyangga seperti Tanah Laut  Batola hingga Kabupaten Banjar. Tapi harus kita import juga dari NTB, NTT, hingga jawa," urainya. 

"Nah yang inilah harus kita antisipasi jangan sampai masuk Kalsel, langsung menular," pungkasnya. 

Sebelumnya diketahui, Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Banjarmasin bersama DKP3 Banjarmasin mengaku menghentikan menerima kiriman hewan ternak sapi dari wilayah Jawa Timur. Hal itu dikarenakan wabah (Outbreak) PMK sudah melanda 4 kabupaten disana. 

Medic Veterineer DKP3 Banjarmasin, drh Annang Dwijatmiko, juga menyatakan jika saat pemeriksaan ada ditemukan hewan bergejala PMK, pihaknya langsung melakukan isolasi. 

"Jika ada kita akan karantina tersendiri di penampungan, dan lakukan pengobatan," ujarnya. 

rian akhmad/ may
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar