Bansos Distop Karena Judi Online, Warga Banjarmasin Diberi Syarat Pengampunan


hallobanua.com, BANJARMASIN - Kasus penghentian bantuan sosial (bansos) yang dikeluhkan seorang warga Simpang Gusti, Banjarmasin, di media sosial akhirnya terungkap.

Bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos) tersebut sengaja dihentikan otomatis oleh sistem pusat karena penerima terdeteksi terlibat aktivitas judi online.

Menanggapi keluhan yang viral tersebut, Ketua TP PKK Kota Banjarmasin Neli Listriani bersama Kepala Dinas Sosial Kota Banjarmasin Eka Rahayu Normasari mendatangi langsung rumah warga yang bersangkutan untuk mencari solusi.

Dari penelusuran di lapangan, penerima sebenarnya sudah mendapatkan bansos sejak belasan tahun lalu. Pemutusan aliran bantuan ini juga berdampak pada jaminan pengobatan orang tuanya.

"Setelah terverifikasi ternyata 13 tahun sebelumnya sudah mendapatkan bantuan, namun di beberapa bulan ini distop karena terindikasi judi online sehingga otomatis dari kementerian menyetop bantuan itu," terang Neli Listriani, Jumat (11/9/2026).

"Untuk pengobatan orang tuanya juga distop, jadi kami ke sini paling tidak mencari solusi apa yang ingin dilakukan keluarganya. Untuk itu kami pun meminta agar berhenti melakukan kegiatan berupa judi online," lanjut Neli.

Dinsos Banjarmasin menjelaskan bahwa rekam jejak penerima bansos ini terhitung sangat panjang, sebelum akhirnya terdeteksi saat pemutakhiran data.
"Keluarga tersebut sejak tahun 2013 menerima bantuan sosial berupa BPNT dan PKH dari Kementerian Sosial," kata Kadinsos Banjarmasin, Eka Rahayu Normasari.

Pihak Dinsos menyayangkan sikap warga yang langsung mengunggah keluhan ke media sosial tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan pengurus RT atau kelurahan setempat.

"Tidak melaporkan kepada RT maupun lurah setempat, tapi malah melaporkan ke media sosial sehingga seolah-olah tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah kota," sesal Ayu.

Selain penanganan bansos, Dinsos Banjarmasin bersama Dinas Pendidikan juga turun tangan membantu keberlanjutan pendidikan tiga anak di keluarga tersebut agar dapat mengikuti program kesetaraan (Paket).

"Jadi kami sarankan ke depannya untuk melanjutkan pendidikan paket. Kami sudah mencatatkan kartu keluarganya yang nantinya akan kami sampaikan ke Dinas Pendidikan untuk ditindaklanjuti," pungkasnya.


Penulis : Rian Akhmad 
Kota Bjm
Baca Juga

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama
Hallobanua

Follow Instagram Kami Juga Ya