72 Jenazah Teridentifikasi, Evakuasi Kapal Fokus 'Oil Recovery'


hallobanua.com, BANJARMASIN — Memasuki hari ke-27 pasca-kecelakaan KM Virgo Transport, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kalimantan Selatan kembali berhasil mengidentifikasi tiga jenazah baru per Jumat (9/10/2026). 

Total korban meninggal yang berhasil dikenali kini mencapai 72 dari 82 jenazah yang ditemukan (87,8 persen).

Secara keseluruhan, 190 korban yang dievakuasi mencakup 108 orang selamat, 82 orang meninggal dunia (72 teridentifikasi, 10 dalam proses) dan 53 orang masih dalam pencarian (SAR).

"Hari ini kita akan merilis terkait jenazah yang sudah teridentifikasi. Yang sudah teridentifikasi 72, proses ada 10. Hari ini kita rilis tiga jenazah yang sudah teridentifikasi," kata Kabid Humas Polda Kalsel, Nur Khamid, Jumat (9/10/2026). 

Sementara itu, Kabid Dokkes Polda Kalsel Kombes Pol dr Moch Sofwan merincikan tiga korban terbaru yang teridentifikasi lewat data post mortem (PM) dan ante mortem (AM), atas nama :

1.Muhammad Anwaril Ma’arif (18), OKU Timur, Sumsel.
2.Mochamad Supardi (70), Surabaya, Jatim.
3. Supiani (45), Banjarmasin Selatan, Kalsel.

dr. Moch Sofwan mengakui pembusukan menjadi kendala utama dalam mengidentifikasi 10 jenazah tersisa.

"Memang sampai hari ini yang mempersulit kita karena proses pembusukan. Kondisi jenazah sangat sulit diidentifikasi. Karena tadi kondisi sidik jari, wajah, sudah sulit dikenali," terangnya.
Guna mengatasi hal tersebut, tim DVI mengandalkan tes DNA serta rekam medis khusus dari keluarga.

"Ada beberapa ciri medis yang menolong kita, seperti laporan keluarga, misalnya adanya pen di tangan. Itu membantu," lanjut Sofwan.

Seluruh 72 jenazah yang teridentifikasi dipastikan telah dipulangkan ke rumah duka masing-masing. 

Di saat bersamaan, Basarnas memperluas area penyisiran hingga ke perairan Kalimantan Tengah dan Barat demi menemukan 53 korban hilang.

"Pada dasarnya dan prinsipnya kita selalu siaga. Dari 72 yang sudah diidentifikasi, sampai detik ini tidak ada permasalahan yang krusial, jenazah juga sudah dilakukan proses pengiriman dan sampai rumah duka," ujar Nur Khamid.

Disisi lain, penanganan bangkai kapal KM Virgo Transport 9 berbobot 9.000 ton kini berfokus pada pementauan, dokumentasi kondisi fisik untuk asuransi Protection and Indemnity (P&I), serta penanganan potensi pencemaran laut melalui oil recovery.

Kepala Cabang PT Virgo Karya Shipping Banjarmasin, Dwi, menyebut pendokumentasian akan dimaksimalkan begitu alat teknis tiba di lokasi.

"Perkembangan terhadap salvage itu tetap rencana awal yaitu monitoring dan dokumentasi terkait kondisi kapal. Pencatatan hari ini akan dimulai di Sabtu atau Minggu karena menunggu peralatan yang sudah dikirim hari ini melalui kapal. Jadi Sabtu sore ini peralatan tersebut sudah sampai di Belakang Bersakti," terang Dwi di RS Bhayangkara.

Pihak maskapai pelayaran juga mengupayakan pencegahan tumpahan minyak di sekitar perairan.

"Sambil menunggu tim, kita juga seiringan melakukan kegiatan Oil Recovery," ucap Dwi.

Mengenai kepastian target pengangkatan kapal maupun tanggapan dari pihak asuransi P&I, manajemen mengaku belum bisa memberikan tenggat waktu pasti.

"Kalau kita estimasi waktu, kita masih terproses. Jadi kita masih belum bisa menestimasikan karena waktu itu selesai-selesai. Kita tidak bisa secara luas memastikan kapan salvage, tapi bisa dipastikan saat ini sudah proses apa dan apakah sudah selesai, selanjutnya proses apa lagi. Kalau untuk berapa harinya, kita kan masih koordinasi dengan tim," kata Dwi.

Mengenai klaim ke asuransi P&I, ia menambahkan: "Itu masih dalam proses. Untuk selanjutnya kita masih melakukan proses tersebut. Nanti belum ada balasan dari pihak [asuransi]," tutupnya.


Penulis : Rian Akhmad
Kalsel
Baca Juga

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama
Hallobanua

Follow Instagram Kami Juga Ya