hallobanua.com, BANJARMASIN – Tenaga Ahli Gubernur Kalimantan Selatan, H Ibnu Sina, menegaskan pentingnya peran Bank Kalsel sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan Kota Banjarmasin sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Kalimantan Selatan.
Hal tersebut menjadi salah satu poin pembahasan dalam Sharing Session Performance Review Meeting Bank Kalsel bersama AksEL University di Banjarmasin, Jumat (9/10/2026).
Menurut Ibnu Sina, Bank Kalsel memiliki posisi strategis dalam mendukung pengelolaan keuangan daerah, memperkuat kapasitas fiskal pemerintah, serta membuka akses pembiayaan bagi sektor produktif yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Peran tersebut semakin penting di tengah kebutuhan pemerintah daerah untuk mengoptimalkan pendapatan, meningkatkan efisiensi belanja, dan mempercepat pembangunan infrastruktur serta pelayanan publik.
Optimalisasi Kas Daerah dan Pembiayaan Pembangunan
Dalam materi yang dipaparkan, H Ibnu Sina menyebutkan juga bahwa salah satu peran strategis Bank Kalsel adalah mendukung pengelolaan likuiditas kas daerah dan floating fund atau dana mengendap agar lebih optimal.
"Dari total belanja daerah Kota Banjarmasin pada 2026 mencapai sekitar Rp2,60 triliun, " sebut Ibnu Sina.
Oleh karena itu, menurut Ibnu Sina, kondisi ini menuntut pengelolaan arus kas yang terencana sehingga pelaksanaan program pembangunan dapat berjalan efektif sesuai kebutuhan dan jadwal anggaran.
Selain itu, Bank Kalsel juga berpeluang memperluas dukungan pembiayaan melalui kredit properti, usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), serta pembiayaan konsumtif bagi aparatur sipil negara (ASN).
Penguatan sektor tersebut diharapkan dapat mendorong aktivitas ekonomi lokal, memperluas kesempatan usaha, dan meningkatkan perputaran uang di masyarakat.
Ibnu Sina juga menyoroti pentingnya analisis defisit anggaran dan pembiayaan daerah sebagai bagian dari strategi menjaga keberlanjutan fiskal.
"Dalam konteks ini, Bank Kalsel dapat mengambil peran melalui dukungan pembiayaan yang terukur, pengelolaan keuangan yang prudent, serta sinergi dengan pemerintah daerah dalam menentukan prioritas pembangunan," kata Ibnu Sina.
Selain itu, untuk penggunaan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA), menurut Ibnu Sina, juga perlu dikelola secara cermat agar dapat mendukung kebutuhan pembangunan, terutama pada sektor infrastruktur dan pelayanan masyarakat.
"Dengan demikian, hubungan antara pemerintah daerah dan Bank Kalsel tidak hanya sebatas transaksi perbankan, tetapi juga menjadi kemitraan strategis untuk memperkuat fondasi ekonomi daerah, " ungkapnya.
Aspek lain yang menjadi perhatian dalam sharing ini adalah percepatan digitalisasi pendapatan daerah melalui Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD).
Menurut Ibnu Sina, pemanfaatan teknologi pembayaran digital, seperti QRIS dan layanan perbankan digital, dinilai dapat membantu meningkatkan efisiensi pemungutan pendapatan daerah, memperluas kemudahan transaksi, serta meningkatkan transparansi pengelolaan keuangan.
"Digitalisasi juga membuka peluang untuk mengoptimalkan penerimaan pajak dan retribusi daerah, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap transaksi tunai, " ujar Ibnu Sina.
Melalui penguatan sistem tersebut, pemerintah daerah diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik dan membangun tata kelola keuangan yang lebih akuntabel.
Lebih jauh, peran Bank Kalsel juga perlu diarahkan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di Kalimantan Selatan.
Hal ini sejalan dengan kebutuhan pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperhatikan kelestarian lingkungan, efisiensi energi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
"Dalam konteks tersebut, pengembangan pembiayaan yang mendukung kegiatan ekonomi produktif dan ramah lingkungan dapat menjadi salah satu peluang bagi Bank Kalsel untuk memperluas kontribusinya, " hemat Ibnu Sina.
Bank Kalsel diharapkan mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah melalui penguatan portofolio pembiayaan, inovasi layanan keuangan, dan kolaborasi dengan pemerintah daerah serta pelaku usaha.
“Bank Kalsel harus terus memperkuat posisinya sebagai mitra strategis pemerintah daerah. Tidak hanya dalam pengelolaan keuangan, tetapi juga dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, memperkuat kapasitas fiskal, dan mendukung pembangunan yang berkelanjutan,”pungkas Ibnu Sina Wali Kota Banjarmasin 2 periode.
Ibnu Sina juga berharap,melalui sinergi yang semakin kuat antara pemerintah daerah dan Bank Kalsel, pembangunan Kota Banjarmasin diharapkan berjalan lebih efektif, dengan dukungan sistem keuangan daerah yang sehat dan produktif.
Kota bjm
