Jelang Nataru 2025, KSOP Kelas I Banjarmasin Buka Posko Terpadu dan Kampanye Keselamatan Pelayaran


hallobanua.com, BANJARMASIN – Menjelang masa libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru), Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banjarmasin menggelar Apel Pembukaan Posko Terpadu Angkutan Laut di Terminal Penumpang Trisakti, Banjarmasin, Kamis (18/12/2025).

Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum penguatan Kampanye Keselamatan Pelayaran guna memastikan kelancaran arus mudik dan balik.

Apel yang dihadiri oleh berbagai unsur terkait seperti TNI-Polri, Basarnas, Pelindo, serta instansi maritim lainnya ini bertujuan untuk mensinergikan pengawasan dan pelayanan bagi masyarakat yang menggunakan jasa transportasi laut.

Kepala KSOP Kelas I Banjarmasin, Heri Purwanto, menegaskan bahwa pembukaan posko ini merupakan rutinitas wajib guna menjamin kenyamanan saudara-saudara kita yang akan melakukan perjalanan melalui pelabuhan.

"Jadi memang setiap kegiatan Natal, Tahun Baru, bahkan nanti Lebaran, kita rutin untuk memulai posko dengan apel seperti ini. Hal ini melibatkan unsur-unsur terkait untuk menunjukkan kesiapan kita menyambut penumpang yang akan naik maupun turun di pelabuhan," ujar Heri Purwanto usai kegiatan.

KSOP memprediksi akan terjadi lonjakan jumlah penumpang yang cukup signifikan pada periode Nataru tahun ini. 

"Diperkirakan ada kenaikan sekitar 8 persen dibandingkan tahun lalu. Puncak arus penumpang diprediksi jatuh pada 26 Desember, mengingat berdekatan dengan momen perayaan momen 5 Rajab pada 28 Desember," tambahnya.

Untuk melayani lonjakan tersebut, pihaknya telah mempersiapkan empat armada kapal utama, yakni KM Dharma Rucitra I dengan kapasitas 663 penumpang dan 70 kendaraan.

Kemudian KM Dharma Kartika II dengan kapasitas 762 penumpang dan 100 kendaraan, KM Mila Utama dengan kapasitas 422 penumpang dan 115 kendaraanbdan KM Haida dengan kapasitas 416 penumpang dan 415 kendaraan.

Heri mengingatkan para operator kapal untuk disiplin terhadap manifest. Ia menegaskan tidak akan menoleransi adanya kelebihan muatan demi keselamatan pelayaran.

"Kami berharap kapasitas penumpang tidak melebihi aturan. Jika melebihi, kami tidak akan merekomendasikan izin berlayar," tegasnya.

Selain itu, armada cadangan dari pihak Navigasi juga telah disiagakan untuk mengantisipasi kondisi darurat.
Dalam upaya modernisasi pelayanan dan pemberantasan praktik percaloan, KSOP memastikan bahwa seluruh sistem pembelian tiket kini dilakukan secara digital. Penumpang diwajibkan memiliki tiket resmi sebelum tiba di pelabuhan.

"Tidak ada lagi pembelian melalui calo. Semua tiket melalui sistem online dan masuk ke area gate di sini pun sudah menggunakan sistem tap. Ini demi ketertiban dan keamanan penumpang sendiri," tutup Heri.

Saat ini, pantauan tiket online untuk keberangkatan tanggal 26 Desember dilaporkan sudah terpesan sekitar 50 persen. 

Masyarakat diimbau untuk merencanakan perjalanan lebih awal dan selalu mematuhi protokol keselamatan selama berada di atas kapal.

Penulis : rian akhmad
Kota bjm
Baca Juga

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama
Hallobanua

Follow Instagram Kami Juga Ya