hallobanua.com, BANJARMASIN - Proyek pengerjaan drainase di Jalan Perdagangan, Banjarmasin Utara, menuai keluhan keras dari warga sekitar setelah pekerjaan terhenti hingga lima hari, yang mengakibatkan lumpuhnya akses keluar masuk komplek perumahan.
Keluhan yang viral di media sosial ini mendesak Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin segera menindaklanjuti penyelesaian proyek yang bernilai ratusan juta rupiah tersebut.
Warga, melalui unggahan video, menyatakan kekecewaan mendalam karena terpaksa melintasi akses kayu kecil, sementara kendaraan roda empat tidak dapat melintas sama sekali, memaksa mereka memarkir mobil jauh dari rumah.
Menanggapi sorotan publik dan keluhan warga, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin buka suara.
Kepala Bidang (Kabid) Drainase PUPR Kota Banjarmasin, Harwita Oktania, memberikan penjelasan mengenai faktor-faktor yang menyebabkan proses pengerjaan berjalan lambat.
Harwita menjelaskan bahwa secara teknis, tahapan awal pekerjaan sebenarnya sudah rampung. Namun, proses selanjutnya terhambat oleh kondisi alam, yaitu pasang air tertinggi yang terjadi beberapa waktu lalu.
"Dalam kondisi itu, sebagian material sempat tergerus dan menghambat proses penyebaran serta pemasangan gorong-gorong di beberapa titik akses menuju kompleks," ujar Harwita Sabtu (13/12/2025).
Kondisi pasang air yang ekstrem tersebut menyebabkan aliran air menjadi tidak stabil, yang pada akhirnya mengganggu penempatan dan pemasangan material gorong-gorong di lapangan.
Terkait keluhan warga mengenai ditutupnya akses dan ketersediaan jalur alternatif yang tidak memadai, Harwita mengakui bahwa jembatan alternatif memang sudah disediakan.
Namun, ia membenarkan bahwa ukurannya yang kecil hanya memungkinkan kendaraan roda dua untuk melintas.
"Itu karena sebelumnya jembatan tersebut diperlebar untuk pemasangan bekisting," jelasnya.
Meski demikian, keterbatasan ini tetap menjadi kendala utama yang dikeluhkan warga, mengingat akses yang benar-benar lumpuh total bagi pengguna mobil.
Sebelumnya, proyek drainase ini juga sempat dikritik warga karena minimnya pemasangan rambu peringatan di sekitar lokasi proyek.
Penulis : rian akhmad
Kota Bjm
