hallobanua.com, BANJARMASIN – Dampak banjir rob di Kota Banjarmasin kini merembet ke krisis kebersihan.
Tingginya genangan air tidak hanya merendam hunian, tetapi juga mengganggu pengangkutan sampah kota.
Akibatnya, pemandangan tumpukan sampah yang meluber hingga ke badan jalan menghiasi hampir seluruh Tempat Penampungan Sementara (TPS).
Kepala Bidang Kebersihan dan Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjarmasin, Marzuki, membenarkan bahwa operasional pengangkutan saat ini sedang tidak normal.
"Memang ada kendala di lapangan. Saat banjir, akses ke TPS terganggu dan beberapa lokasi tergenang. Akibatnya pengangkutan tidak bisa maksimal,” ujar Marzuki, Jumat (09/01/2026).
Kondisi ini kian menyulitkan para petugas di lapangan. Air yang masuk ke area TPS membuat sampah hanyut berserakan, sehingga proses evakuasi sampah ke truk memerlukan waktu lebih lama.
"Di TPS yang tergenang, sampah tidak bisa langsung diangkut. Petugas harus memungut dan merapikan ulang sampah sebelum dimasukkan ke armada," ujarnya.
Selain faktor alam, DLH mencatat adanya perubahan perilaku masyarakat dalam membuang sampah akibat menyesuaikan dengan jadwal pasang surut air.
"Biasanya warga membuang sampah malam hari. Tapi karena air pasang, banyak yang menggeser waktu pembuangan ke siang hari atau saat air surut. Ini membuat TPS cepat penuh," jelasnya.
Kondisi ini pun diketahui memicu keluhan dari warga yang merasa terganggu dengan aroma tak sedap dan terhambatnya arus lalu lintas.
Merespons hal tersebut, DLH Banjarmasin berkomitmen untuk melakukan percepatan pembersihan dalam beberapa hari ke depan melalui skema kerja lembur.
"Kami lemburkan petugas dan memaksimalkan armada pengangkut sampah di sejumlah titik rawan," pungkas Marzuki.
Penulis : rian akhmad
Kota Bjm
