Hallobanua.com, Barito Kuala - Mahasiswa Kelompok 18 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMBJM) sukses menghidupkan budaya lokal di Desa Sungai Telan dengan memperkenalkan tari tradisional Banua dan seni bela diri Kuntau kepada anak-anak desa.
Kegiatan ini digelar setiap hari di halaman SMP setempat, mengubah area tersebut menjadi panggung budaya yang penuh semangat.
Apri Wilianto, Wakil Ketua kelompok, memimpin pelatihan dengan metode yang menyenangkan, menggunakan musik Dayak dan demonstrasi gerakan energik untuk mengajarkan langkah tari dan teknik Kuntau. Puluhan anak desa, awalnya malu-malu, kini bertransformasi menjadi penari dan petarung cilik penuh percaya diri.
"Kami ingin melestarikan budaya lokal dan membangun rasa bangga terhadap identitas Banua di kalangan generasi muda," ujar Apri.
Kegiatan ini tidak hanya membuat anak-anak senang, tetapi juga memperkuat ikatan budaya di Kalimantan Selatan.
Dengan antusiasme luar biasa, anak-anak desa menunjukkan kemampuan mereka, dari bergoyang genit hingga berlatih tendangan Kuntau.
Suasana belajar yang seperti bermain game ini efektif menjaga warisan budaya dan membuat anak-anak merasa seperti bintang panggung.
