hallobanua.com, BANJARMASIN – Kabar duka menyelimuti Kota Seribu Sungai. Wali Kota Madya KDH Tk.II Banjarmasin periode 1984-1989, HM. Effendi Ritonga, meninggal dunia pada usia 88 tahun di Jakarta, Selasa (13/1/2026) sekitar pukul 08.00 WIB atau bertepatan dengan 24 Rajab 1447 H di Jakarta.
Wali Kota Banjarmasin periode 2020-2025, H. Ibnu Sina, menyampaikan rasa duka mendalam atas kepergian sosok yang ia anggap sebagai mentor sekaligus orang tua sendiri.
Ibnu mengaku sempat menjalin komunikasi melalui video call saat almarhum masih menjalani perawatan di rumah sakit.
"Ulun (saya) dikabari oleh anak beliau, Robi, sekitar setengah jam setelah beliau meninggal dunia. Sejak beliau sakit dan dirawat, kami sempat berkomunikasi lewat video call," ujar Ibnu Sina kepada hallobanua.com, Selasa (13/01/2026).
Bagi Ibnu, HM. Effendi Ritonga bukan sekadar pendahulu di kursi pemerintahan, melainkan sosok yang sangat memahami jati diri Banjarmasin sebagai Kota Sungai.
Meski terpaut jarak jabatan hampir 40 tahun, Ibnu merasa memiliki kesamaan visi dalam membangun kota.
Salah satu gagasan besar almarhum yang selalu diingat Ibnu adalah rencana menjadikan sepanjang jalan Ahmad Yani sebagai kanal dan membangun bundaran di Kilometer 6.
"Beliau pernah berkata bahwa apa yang saya kerjakan sekarang adalah semacam kelanjutan dari visi misi beliau dulu. Beliau sangat mendambakan Ahmad Yani menjadi kanal yang indah, namun beliau juga realistis bahwa tantangan sosial dan biaya saat ini jauh lebih besar karena banyaknya bangunan ruko dan jembatan," kenang Ibnu.
Meski berasal dari Sumatera Utara dan menghabiskan masa tuanya di Jakarta, kecintaan HM. Effendi Ritonga terhadap Banjarmasin tidak pernah pudar.
Ibnu mencatat bahwa almarhum hampir tidak pernah absen menghadiri Hari Jadi Kota Banjarmasin setiap tahunnya.
"Di usia yang tidak muda lagi, beliau tetap semangat hadir. Banjarmasin sudah menjadi belahan jiwa beliau. Beliau juga sangat aktif di media sosial, sering memberikan saran dan komentar lewat Facebook atau telepon langsung jika ada hal terkait pembangunan kota," tambahnya.
Terakhir, Ibnu Sina mengajak seluruh warga Banjarmasin untuk mendoakan almarhum agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.
"Kami kehilangan sosok yang sangat peduli pada kota ini. Beliau sudah seperti orang tua sendiri, baik dalam hal kebijakan pembangunan maupun kehidupan keseharian. Mudah-mudahan beliau husnul khatimah dan segala pengabdian beliau menjadi amal jariyah yang bernilai ibadah," tutup Ibnu.
Penulis : rian akhmad
Kota Bjm
Tags
Banjarmasin
