hallobanua.com, BANJARMASIN - Setelah terendam banjir selama dua pekan, warga Kelurahan Sungai Lulut kini harus menghadapi persoalan baru munculnya berbagai keluhan kesehatan.
Kondisi lingkungan yang lembap dan air yang tercemar mulai memicu penyakit kulit hingga gangguan pencernaan di kalangan warga terdampak.
Mariana, salah satu warga Jalan Rahayu, Komplek Pembina 4 Ujung (RT 8), menceritakan bagaimana seluruh anggota keluarganya terpapar dampak buruk air banjir.
Karena aktivitas harian yang mengharuskan mereka bersentuhan dengan air kotor, penyakit kulit menjadi keluhan utama.
"Rata-rata warga di sini pasti pernah kena penyakit tadi karena memang pemicunya banjir ini," ungkap Mariana kepada hallobanua.com, Selasa (06/01/2026).
Ia menambahkan bahwa selain kutu air yang menyerang dirinya dan enam anggota keluarga lainnya, anak-anak di lingkungan tersebut juga rentan terkena gatal-gatal serta demam akibat penurunan imun tubuh.
Meski dalam kondisi sulit, Mariana merasa sedikit lega karena Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin bergerak cepat memberikan layanan medis jemput bola ke lokasi-lokasi pengungsian.
"Alhamdulillah kami diperiksa juga kesehatannya dan diberi obat," ungkap Mariana.
Sementara itu, Plt Camat Banjarmasin Timur, Eka Rahayu Normasari, mengonfirmasi bahwa bantuan tim medis dari puskesmas setempat telah dikerahkan sejak Jumat (02/01/2026) tadi.
Namun, mengingat luasnya cakupan wilayah dan banyaknya warga yang terdampak, ia berharap adanya tambahan personel dan pasokan obat-obatan.
Eka mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi penyakit yang lebih serius di masa pemulihan ini.
"Khawatirnya saat terendam ini bukan hanya kutu air saja. Tapi penyakit lain seperti batuk filek, malaria, muntahber hingga disentri yang berpotensi menyerang warga terdampak," pungkas Eka.
Penulis : rian akhmad
Kota Bjm
Tags
Pemko Banjarmasin
