Presiden Prabowo Resmikan Sekolah Rakyat Serentak se- Indonesia di Banjarbaru, Gubernur Kalsel : Fasilitas Lengkap Disiapkan, Pelajar Belajar untuk Masa Depan

Hallobanua.com, BANJAFBARU - Gubernur Kalimantan Selatan, H Muhidin mendampingi Presiden RI, Prabowo Subianto dalam peresmian Sekolah Rakyat se-Indonesia yang dipusatkan di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9, Banjarbaru pada Senin (12/1/2026) pagi. 

Kehadiran orang nomor satu di Indonesia di Provinsi Kalsel kali ini adalah untuk meresmikan sebanyak 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di 34 Provinsi di Indonesia. 

Saat tiba di Bandara Syamsuddin Noor Banjarbaru, Presiden Prabowo Subianto disambut Gubernur H. Muhidin yang didampingi Pangdam XXII Tambun Bungai dan Kapolda Kalsel Rosyanto Yudha.

Sebelum memulai sambutan, Presiden Prabowo pun menyebut para menteri yang hadir dan tak ketinggalan menyebut nama Gubernur Kalsel  H. Muhidin dan Walikota Banjarbaru.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan rasa bahagia dan terima kasihnya kepada seluruh unsur, yang berhasil mendukung dan mewujudkan terciptanya sekolah rakyat, untuk anak-anak Indonesia yang sebelumnya tidak memiliki kesempatan untuk mengenyam pendidikan. 

“Saya hari ini sangat bahagia saudara-saudara sekalian. Saya ucapkan terima kasih kepada semua unsur, K/L, elemen yang sudah bekerja mewujudkan suatu langkah terobosan, berani. Terima kasih semuanya kita telah mewujudkan upaya ini. Saya cukup bahagia, besar hati, terharu sebetulnya melihat dampak dari upaya kita,” sampainya. 

Presiden Prabowo menyampaikan tujuan Indonesia merdeka, dan tujuan bernegara tidak lain adalah untuk membawa kesejahteraan dan kehidupan yang lebih baik untuk seluruh rakyat Indonesia. 

“Tujuan kita merdeka adalah untuk membawa kesejahteraan, kehidupan yang lebih baik untuk seluruh rakyat Indonesia.Saya ingatkan kembali ke semua unsur, terutama orang-orang pintar, kita bernegara untuk memperbaiki kehidupan seluruh rakyat Indonesia, bukan segelintir. Itu tujuan bernegara,” pesannya. 

Tak lupa, Presiden Prabowo juga sampaikan apresiasi atas keterlibatan para kepala daerah seluruh Indonesia, atas terwujudnya sekolah rakyat ini. 

“Dan hari ini kita buktikan, semua unsur ikut, dan tidak kecil peranan para Gubernur dan para Bupati/Walikota kita. Saya sampaikan terima kasih, program-program kita berhasil karena dukungan semua, sehingga anak-anak kita hari ini yang tadinya mungkin sulit sekolah, sekarang punya harapan,” ujarnya. 

Kepada para siswa SR, Presiden Prabowo berpesan agar mereka senantiasa menghormati orang tua. 

“Anak-anak sekolah rakyat, anak-anakku. Jangan kau malu, orang tuamu hanya buruh, petani atau pemulung. Mereka mulia, mereka kerja keras, halal, bekerja dengan keringat untuk masa depanmu. Jangan pernah kecil hati,” sampai Presiden. 

“Terus semangat, bekerja keras, belajar, belajar dan belajar, untuk nanti saudara-saudara angkat derajat orang tuamu,” pesan Presiden Prabowo di akhir sambutan. 

166 sekolah rakyat se-Indonesia ini akhirnya diresmikan oleh Presiden RI, Prabowo Subianto, yang ditandai dengan penekanan tombol sirene, didampingi Menko Pemberdayaan Masyarakat, Menteri Sosial, Menteri Pekerjaan Umum dan 2 orang siswa SR, Raida dan Rista dari SRT Banjarbaru dan Palangkaraya. 

Sementara itu, Gubernur Kalsel H. Muhidin pun menyampaikan apresiasi atas keberadaan Sekolah Rakyat Terintegrasi 9 (SRT 9) Banjarbaru ini. 

Selain dilengkapi ruang kelas yang bagus dengan berbagai fasilitasnya seperti ruang komputer, Gubernur mendoakan para pelajar benar-benar memanfaatkan belajar dengan baik dan tekun.

“Untuk para pelajar SMP dan SMA di Sekolah Rakyat ini sudah ada fasilitas lengkap yang disiapkan, jaga kesehatan, taat kepada orangtua, taat beribadah dan benar-benar belajar untuk masa depannya,” pesan Gubernur H. Muhidin.

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul sebelumnya mengatakan sebanyak 166 sekolah sudah berdiri di Indonesia. SR sudah menampung lebih dari 15 ribu siswa.

"Total 166 titik yang tersebar di 34 provinsi dan 131 kabupaten/kota di Indonesia. Keseluruhannya menampung 15.954 siswa, 2.218 guru, dan 4.889 tenaga kependidikan," kata Gus Ipul sebelumnya di lokasi yang sama.

Gus Ipul mengatakan siswa yang diterima di sekolah rakyat berasal dari keluarga rentan. Kemensos pun menerima para siswa dari kelompok ekonomi rendah.

"Mereka yang bisa digolongkan sebagai the invisible people seringkali kita tidak melihat dan merasakan penderitaan mereka. Untuk itu kami berusaha menerjemahkan penyelenggaraan SR dengan melakukan penjangkauan kepada mereka dari keluarga paling tidak mampu," ucapnya.

"Hasilnya, anak-anak yang masuk SR berasal dari keluarga yang sangat rentan, 60% dari mereka, orang tuanya bekerja sebagai buruh, buruh harian lepas, buruh bangunan, buruh tani, buruh nelayan, tukang ojek, tukang cari rumput, pemulung, dan lain sebagainya," tambah Gus Ipul.

Saat tiba di lokasi, Presiden Prabowo melakukan peninjauan ke kelas-kelas dan ruangan-ruangan fasilitas lain yang tersedia di STR 9 Banjarbaru. 

Kehadiran Presiden Prabowo di tempat acara kemudian disambut dengan lantunan lagu Generasi Harapan dan penampilan-penampilan atraksi dan aksi teaterikal. 

Turut berhadir pada kegiatan ini, Kapolri, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI, Jenderal TNI Agus Subiyanto, sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih, Para Pimpinan K/L dan Badan Pusat, Gubernur, Walikota/Bupati se-Indonesia dan lain-lain. 

Kehadiran Gubernur H Muhidin sendiri, turut didampingi oleh Ketua TP PKK Provinsi Kalsel, Hj Fathul Jannah, Wakil Gubernur, Hasnuryadi Sulaiman didampingi Ketua BKOW, drg Ellyana Trisya Hasnuryadi, Forkopimda Kalsel. 

(Ran/Adpim)
Kalsel
Baca Juga

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama
Hallobanua

Follow Instagram Kami Juga Ya