Tinjau Banjir Sungai Andai, Ketua DPRD Pinta Prioritaskan Normalisasi Sungai di Musrenbang


hallobanua com, BANJARMASIN – Ketua DPRD Kota Banjarmasin, Rikval Fachruri, bersama jajaran anggota legislatif melakukan peninjauan lapangan di sejumlah titik terdampak banjir, Minggu (11/01/2026) pagi.

Salah satu fokus utama kunjungan adalah di Komplek PWI RT 21 dan RT 31, Kelurahan Sungai Andai, Kecamatan Banjarmasin Utara.

​Kunjungan ini dilakukan merespons keluhan warga terkait kondisi air yang menggenang dan tidak kunjung surut selama hampir satu bulan terakhir.

​Rikval Fachruri menegaskan bahwa kehadiran mereka bertujuan untuk menjalankan fungsi pengawasan serta memastikan layanan publik tetap berjalan di tengah musibah.

Ia melihat adanya penyumbatan aliran air yang menjadi penyebab utama genangan di kawasan tersebut.

​"Kondisinya sudah satu bulan air tidak turun-turun. Air yang tidak berarus ini pasti ada yang tersumbat. Kami hadir di sini memastikan posisi tersumbatnya di mana dan solusinya seperti apa," ujar Rikval di lokasi.

​Dirinya pun mendesak instansi terkait seperti BPBD, Dinas PUPR, dan Dinas Perkim untuk segera mengambil langkah nyata. 

Ia menekankan perlunya solusi jangka pendek agar aktivitas masyarakat tidak terganggu lebih lama.

​"Paling tidak sore ini sudah ada langkah-langkah konkret. Harus bisa dijadikan aksi ataupun ditindaklanjuti terhadap persoalan hari ini. Kami ingin memastikan yang genangan air ini bisa surut dalam waktu sesingkat-singkatnya," tegasnya.

​Dalam kunjungan tersebut, Rikval didampingi oleh sejumlah anggota DPRD lainnya, di antaranya Hendra, Hakim, Amalia, Mutmainah, Erni, dan Hari Kartono.

Sementara itu, Camat Banjarmasin Utara, Norrahmawati, yang turut mendampingi rombongan, memaparkan data warga yang terdampak. 

Berbeda dengan wilayah pesisir sungai yang mengalami pasang surut harian, kawasan seperti Komplek PWI dan sekitarnya justru mengalami genangan statis yang berlangsung hingga 10 hari lebih.

​"Di Sungai Gampak ada 160 KK, di PWI 60 KK, dan di titik lainnya 50 KK yang terdampak. Karena bukan daerah pesisir, airnya tergenang lama," jelas Norrahmawati.

​Sebagai tindak lanjut jangka pendek, pihak kecamatan akan berkoordinasi untuk menurunkan alat berat guna pembersihan saluran air. 

Pasukan "Turbo" dari Dinas PUPR dijadwalkan turun pada Senin mendatang untuk melakukan normalisasi di kawasan Sungai Harapan.

​"Kita akan koordinasi dengan pemilik tanah di sekitar Komplek PWI. Paling tidak minta izin untuk pembersihan jalan air, sehingga air tidak terhambat dan bisa lewat," tambahnya.

​Ke depan, Norrahmawati memastikan bahwa penanganan banjir akan menjadi isu prioritas dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan.

"Sesuai arahan DPRD, usulan perbaikan drainase dan sungai akan didahulukan di atas usulan pembangunan jalan guna memastikan penanggulangan banjir yang berkelanjutan," tutupnya.

Penulis : rian akhmad 
Kota Bjm
Baca Juga

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama
Hallobanua

Follow Instagram Kami Juga Ya