​Transformasi Digital Pendidikan: Pemko Banjarmasin Gandeng Ruang Guru Ukur Standar Akademik Siswa SMP

​hallobanua.com, BANJARMASIN – Di tengah absennya sistem Ujian Nasional (UN), Pemerintah Kota Banjarmasin mengambil langkah progresif dengan membangun sinergi bersama sektor privat. 

Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR, resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan platform pendidikan digital, Ruang Guru, guna menyelenggarakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi ribuan pelajar SMP di Kota Banjarmasin, Rabu (21/1/2026).
Kolaborasi strategis ini dirancang untuk menciptakan tolok ukur akademik yang lebih akurat dan modern, memastikan transisi pendidikan siswa dari jenjang SMP ke SMA tetap memiliki standar evaluasi yang jelas.

​Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Banjarmasin, Ryan Utama, menegaskan bahwa kerja sama dengan Ruang Guru ini merupakan instrumen penting untuk memetakan kualitas pendidikan di 52 kelurahan. 

Sekitar 8.000 siswa SMP negeri dan swasta dijadwalkan mengikuti try out TKA pada Februari mendatang.

​"Ini penting untuk menyiapkan siswa-siswi kita dari sisi kemampuan akademik sebelum mereka melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Dengan TKA ini, kita bisa melihat sejauh mana kemampuan anak-anak kita, mana yang perlu diperkuat dan ditingkatkan," jelas Ryan.

​Fokus utama dalam kemitraan ini adalah penguatan pada mata pelajaran inti, yakni Bahasa Indonesia dan Matematika, yang disesuaikan dengan standar nasional.

​Berbeda dengan ujian konvensional, kerja sama ini menawarkan keunggulan berupa analisis data hasil evaluasi yang komprehensif.

Branch Manager Ruang Guru, Ayu Lestari, menyatakan bahwa peran Ruang Guru tidak hanya sebatas penyedia platform ujian, melainkan mitra pendamping berkelanjutan bagi sekolah dan siswa.
"Ke depannya kami akan melakukan pendampingan, dan hasil try out ini akan dipakai untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa dalam pelajaran. Karena sekarang sudah tidak ada lagi ujian nasional, maka TKA ini menjadi salah satu cara untuk mengukur kesiapan dan kemampuan akademik siswa," ujar Ayu.

​Melalui kerja sama ini, Pemko Banjarmasin berhasil mengintegrasikan teknologi pendidikan ke dalam kebijakan publik guna mengisi kekosongan sistem evaluasi nasional. 

Inisiatif ini menempatkan Banjarmasin sebagai salah satu daerah yang tanggap terhadap perubahan kurikulum, sekaligus memastikan daya saing pelajar tetap kompetitif.

​Dengan adanya payung hukum berupa MoU ini, pendampingan akademik berbasis hasil evaluasi digital diharapkan mampu memberikan gambaran objektif bagi orang tua, guru, dan pemerintah daerah dalam menyusun strategi pengajaran yang lebih tepat sasaran di masa depan.

Penulis : rian akhmad
Kota Bjm
Baca Juga

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama
Hallobanua

Follow Instagram Kami Juga Ya