hallobanua.com, BANJARMASIN - Dampak genangan banjir yang melanda wilayah Kelurahan Pemurus Dalam, di Kecamatan Banjarmasin Selatan selama lebih dari sepekan mulai dirasakan warga.
Keluhan kesehatan, terutama penyakit kulit seperti kutu air (belancat), mulai mewabah akibat aktivitas warga yang setiap hari harus menerjang air.
Merespons kondisi tersebut, pihak Kelurahan Pemurus Dalam bekerja sama dengan Puskesmas Pemurus Dalam menggelar layanan pengobatan gratis dan pemeriksaan kesehatan di lapangan, Rabu (07/01/2026).
Zainah, salah satu warga terdampak, mengaku sangat terbantu dengan adanya layanan jemput bola ini.
Ia mengeluhkan kakinya yang merah dan gatal akibat terlalu sering terkena air banjir saat beraktivitas keluar rumah.
"Kaki sudah gatal karena banjir, belancat. Tiap hari lewat keluar, keluar masuk tiap hari. Ciri-cirinya gatal-gatal, merah-merah," ujar Zainah kepada hallobanua.com.
Ia menambahkan bahwa kondisi ini sudah berlangsung cukup lama seiring dengan musim hujan yang tak kunjung usai.
"Semingguan lebih sudah. Bagus saja ada pemeriksaan ini, jadi masyarakat tidak jauh keluar. Rata-rata semuanya terkena kutu air," tambahnya.
Sementara itu, Lurah Pemurus Dalam, Shelleya Dessesta, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan hasil koordinasi cepat dengan pihak Puskesmas untuk memfasilitasi warga yang membutuhkan penanganan medis di lokasi terdampak.
"Karena kemarin sebelumnya kita sudah ada koordinasi juga dengan PLT Kapus dari Pemurus Dalam, bahwasanya kalau ada beberapa RT kami yang menghendaki untuk pemeriksaan, dari pihak Puskesmas siap untuk langsung datang ke lapangan," terang Shelleya.
Layanan ini disinergikan dengan jadwal Posyandu agar warga yang hadir bisa sekalian melakukan pengobatan.
Shelleya mengungkapkan bahwa dari 50 RT yang ada di wilayahnya, hampir separuhnya sudah terdampak banjir, dengan genangan jalan mencapai 80 persen.
"Terutama yang berobat tadi seperti yang disampaikan, karena kita banyu (air) nih lah, lancar (belancat), gatal batisnya. Kita ini memang ada 50 RT, dari 50 RT ini hampir separoh mungkin sudah terdampak," jelasnya.
Terkait penyebab banjir yang sulit surut, Shelleya menengarai adanya pendangkalan sungai.
Pendangkalan sungai menjadi salah satu faktor pemicu kawasan ini kerap terendam.
Selain itu, mengingat wilayah Pemurus Dalam berbatasan langsung dengan Kabupaten Banjar serta Kelurahan Tanjung Pagar dan Pemurus Baru, ia berharap adanya normalisasi sungai secara menyeluruh.
Penulis : rian akhmad
Kota bjm
Tags
Banjarmasin
