hallobanua.com, BANJARMASIN – Menjelang pembukaan Pasar Wadai Ramadan 1447 H, Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas Budaya Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) melakukan langkah tegas untuk menjamin transparansi pengelolaan lapak.
Berlokasi di Siring Nol Kilometer, tahun ini tersedia total 200 tenan, separuhnya disediakan secara gratis bagi pelaku UMKM.
Fokus utama pemerintah tahun ini adalah memastikan bantuan lapak jatuh ke tangan yang tepat dan mengantisipasi munculnya lapak "bodong" atau praktik jual beli sewa oleh oknum tidak bertanggung jawab.
Untuk mendapatkan fasilitas lapak gratis, UMKM wajib melewati proses kurasi yang ketat. Kriteria utama mencakup legalitas usaha serta kepastian kualitas produk.
“Lapak UMKM gratis adalah yang sudah melalui tahap pendaftaran dan seleksi. Jadi UMKM yang mendapatkan kesempatan adalah yang benar-benar bisa dipertanggungjawabkan, misalnya sudah memiliki izin usaha dan berlabel halal,” ujar Kepala Disbudporapar Kota Banjarmasin, Dr. Ibnu Sabil, Rabu (11/2/2026).
Sanksi bagi oknum 'nakal' Pemerintah Kota tidak memberikan ruang bagi pihak yang mencoba mengambil keuntungan pribadi dari fasilitas publik ini. Jika ditemukan adanya transaksi jual beli lapak yang seharusnya gratis, sanksi tegas telah disiapkan oleh panitia dan Pemko Banjarmasin.
Langkah ini diambil agar ekosistem Pasar Wadai tetap sehat dan benar-benar menjadi ajang promosi bagi UMKM lokal, bukan lahan spekulasi.
Rencana Operasional dan Pembinaan
Pasar Wadai Ramadan dijadwalkan mulai beroperasi pada 18 Februari 2026. Selain fasilitas tempat, UMKM yang terpilih nantinya akan mendapatkan nilai tambah berupa pendampingan berkelanjutan.
“UMKM yang telah lolos berjualan di tenan Pasar Ramadan tahun ini akan kita masukan UKM binaan dinas kami. Harapannya usaha masyarakat ini bisa semakin maju dan meningkatkan kesejahteraan,” tambah Ibnu Sabil.
Selain area dagang, layanan pengunjung juga akan dilengkapi dengan hiburan live musik dan berbagai kegiatan pendukung untuk menyemarakkan suasana Siring Nol Kilometer selama bulan suci.
Penulis : rian akhmad
Kota Bjm
