hallobanua.com, BANJARMASIN – Museum Kayuh Baimbai yang terletak di Jalan Teluk Kelayan, Banjarmasin Selatan, rupanya masih menjadi salah satu destinasi cagar budaya yang sering dikunjungi warga di Kota Seribu Sungai.
Keberadaan museum yang menempati bangunan ikonik Rumah Banjar tipe Palimasan ini pun turut menarik perhatian Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Hasnuryadi Sulaiman, yang baru-baru ini berkunjung dalam rangka silaturahmi sekaligus meninjau pelestarian cagar budaya lokal.
Pamong Budaya Ahli Muda Disbudporapar Kota Banjarmasin, Andi Pahwanda, menjelaskan bahwa museum ini terus mengalami peningkatan kunjungan yang signifikan sejak mulai beroperasi secara aktif.
Setelah sempat vakum pada tahun 2023 untuk proses persiapan koleksi dan anggaran, Museum Kayuh Baimbai mulai berbenah di awal tahun 2024.
Andi menyebutkan bahwa saat ini terdapat sekitar 700 koleksi benda pusaka, meski baru sebagian yang dapat ditampilkan secara fisik.
"Dari sekitar 700 koleksi benda pusaka yang ada, karena kondisi museum yang berupa Rumah Banjar Palimasan, display yang kami bikin baru memuat sekitar 200 benda koleksi. Sisanya kami tampilkan dalam bentuk bingkai sejarah, foto dokumentasi, dan video," ujar Andi Pahwanda, Selasa (10/02/2026).
Keberhasilan pembenahan ini terlihat dari angka kunjungan yang terus meroket. Jika pada tahun 2024 jumlah pengunjung berada di angka 4.000 orang, pada tahun 2025 angka tersebut melonjak hingga menyentuh 6.000 pengunjung.
Salah satu daya tarik utama museum ini adalah kebijakan akses bebas biaya bagi seluruh lapisan masyarakat. Hingga saat ini, pengunjung tidak dipungut biaya tiket masuk alias gratis.
"Sampai saat ini, kunjungan untuk para pengunjung masih gratis, tidak ada pungutan apapun. Kami buka setiap hari; Senin sampai Jumat pukul 09.00–15.00 WITA, dan Sabtu-Minggu pukul 09.00–14.00 WITA," tambahnya.
Untuk meningkatkan pengalaman pengunjung, terutama dari kalangan generasi muda dan akademisi, Disbudporapar berencana menambah fasilitas digital di tahun mendatang.
Proyek digitalisasi ini mencakup pembuatan konten video sejarah, budaya, hingga animasi yang menarik bagi anak-anak TK hingga mahasiswa.
Andi menekankan bahwa museum ini diproyeksikan menjadi pusat pembelajaran. Pihaknya terus melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah dan aktif di media sosial untuk menarik minat generasi muda.
Bagi kelompok besar atau instansi yang ingin berkunjung, museum menyediakan layanan reservasi untuk mendapatkan pemandu (guide).
"Kunjungan ada dua cara, bisa datang langsung maupun reservasi. Biasanya yang reservasi itu mereka meminta panduan atau pendampingan agar bisa memahami sejarah koleksi secara lebih mendalam," pungkas Andi.
Penulis : rian akhmad
Tags
Pemprov Kalsel
