Pasca Teror Bom Molotov, Wali Kota Yamin Instruksikan Aktifkan Kembali Pos Kamling

​hallobanua.com, BANJARMASIN – Aksi teror bom molotov yang menyasar dua rumah warga di lokasi berbeda baru-baru ini memicu keresahan di tengah masyarakat Kota Banjarmasin. 

Menanggapi situasi tersebut, Pemerintah Kota Banjarmasin mengeluarkan instruksi tegas terkait penguatan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), terutama di lingkungan pemukiman.
Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR, menyayangkan aksi kriminal tersebut. Mengingat kejadian ini berlangsung di tengah kekhusyukan bulan suci Ramadhan.

Dirinya pun meminta warga untuk tidak lengah dan kembali memperketat penjagaan lingkungan secara mandiri melalui sistem keamanan lingkungan (Siskamling).

​"Sangat prihatin dengan adanya aksi teror itu. Apalagi terjadi saat masyarakat menjalankan ibadah Ramadhan. Masyarakat harus lebih waspada terhadap adanya teror aksi baru-baru ini," kata Yamin, Kamis (26/02/2026).

​Sebagai langkah preventif, Wali Kota menekankan bahwa peran aktif masyarakat adalah kunci utama dalam menciptakan ruang publik yang aman. 

Ia mengimbau agar setiap RT dan RW segera menghidupkan kembali pos ronda yang sempat vakum.

​"Kami imbau masyarakat mengaktifkan Pos Kamling dan ronda malam lagi di wilayah sekitarnya untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat di lingkungannya," imbaunya.

Di sisi lain, Pemko Banjarmasin juga terus memperkuat koordinasi dengan pihak kepolisian untuk meningkatkan patroli di titik-titik rawan.

​Berdasarkan data kepolisian, aksi pelemparan bom molotov ini terjadi pada Minggu (22/02/2026) malam di dua lokasi, yakni Komplek Herlina (Banjarmasin Utara) dan kawasan Pasar Lama (Banjarmasin Tengah). 

Meski sempat dikhawatirkan sebagai aksi teror acak, hasil penyelidikan mengungkap adanya motif personal.
Di Pasar Lama, Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin, Kompol Eru Alsepa menjelaskan adanya indikasi masalah pribadi antara mantan suami-istri.

"Hasil penyelidikan sementara itu masalah pribadi. Dulunya ada hubungan suami istri dan sudah pisah, pemicunya karena mantan suami kesulitan bertemu anaknya hingga terjadi hal itu," jelasnya belum lama tadi.

​Sementara itu, untuk kejadian di Komplek Herlina, Kapolsek Banjarmasin Utara, Sunardi, menyebut pelaku nekat beraksi karena sakit hati diputuskan oleh korban.

"Karena tidak terima diputus, pelaku nekat melakukan percobaan pembakaran menggunakan botol berisi bahan bakar yang diduga bom molotov,"kata Sunardi.

​Meski kedua pelaku saat ini telah diamankan oleh pihak kepolisian, Pemko Banjarmasin tetap meminta warga tetap tenang namun waspada.

Masyarakat diminta segera melaporkan setiap aktivitas mencurigakan kepada pihak berwajib guna mencegah kejadian serupa terulang kembali di kemudian hari.

Penulis : rian akhmad
Kota Bjm
Baca Juga

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama
Hallobanua

Follow Instagram Kami Juga Ya