hallobanua.com, BANJARMASIN – Kondisi bangunan Gedung Perpustakaan Kota Banjarmasin di Jl. Kapten Pierre Tendean, Banjarmasin Tengah, kini dalam tahap mengkhawatirkan.
Benar saja, berdasarkan hasil analisis teknis terbaru dari Dinas PUPR per 26 Januari 2026, bangunan yang terletak di kawasan padat lalu lintas tersebut dinyatakan mengalami rusak berat dengan tingkat kerusakan mencapai 53,05 persen.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kota Banjarmasin, Ikhsan Al Haq, mengungkapkan bahwa tanda-tanda kerusakan sebenarnya sudah dirasakan sejak dua tahun lalu, namun kondisi bangunan kini kian miring dan goyang.
"Lantai sudah miring, pintu-pintu tidak bisa ditutup lagi karena posisi bangunan tidak siku, hingga WC yang juga terdampak. Kami sangat mengkhawatirkan beban tetap di sini, yaitu ribuan buku dan properti yang menekan fondasi selama 24 jam tanpa henti," ujar Ikhsan, Sabtu (14/02/2026).
Selain beban buku yang berat, Ikhsan menjelaskan bahwa posisi bangunan yang berada di pinggir jalur utama dan sungai menjadi faktor mempercepat kerusakan.
Arus sungai terus menerus menggerus fondasi kayu bangunan, ditambah getaran dari arus lalu lintas kendaraan di depan jalan.
"Ini bangunan tua yang usianya sudah lebih dari 50 tahun. Dulu ini adalah rumah tipe 'Bangun Gudang' dalam arsitektur Banjar. Karena usianya, gedung ini sebenarnya sudah masuk kategori cagar budaya," tambahnya.
Mengingat risiko keselamatan, Dispersip Banjarmasin kini tengah mempertimbangkan opsi relokasi pelayanan agar operasional perpustakaan tidak terhenti.
Opsi yang muncul antara lain pindah sementara ke gedung pemerintah lain atau menyewa ruko.
Mengenai nasib bangunan asli, Ikhsan berharap pemerintah kota melakukan rehabilitasi berat tanpa menghilangkan nilai otentisitasnya.
"Harapannya direhab berat tanpa mengubah banyak struktur aslinya agar nilai orisinil cagar budayanya tetap terjaga. Namun, fondasi harus total diganti, mungkin dengan beton. Teknisnya nanti pihak PUPR yang lebih mengetahui," jelas Ikhsan.
Penyesuaian tata letak ruangan juga akan dilakukan di masa depan untuk menyesuaikan kebutuhan perpustakaan modern, namun tetap menghormati arsitektur klasik rumah Banjar tersebut.
Langkah cepat diharapkan segera diambil agar momentum penyelamatan bangunan bersejarah ini tidak terlambat.
Penulis : rian akhmad
Tags
Pemko Banjarmasin
