Ancaman Modal Asing di Industri Pers, PWI Kalsel Minta Pemerintah Tinjau Ulang

hallobanua.com, BANJARMASIN – Di tengah hangatnya suasana silaturahmi buka puasa bersama pengurus dan anggota PWI Kalsel, terselip kekhawatiran mendalam mengenai masa depan industri pers nasional. 

Kebijakan pemerintah yang membuka pintu kepemilikan asing hingga 100 persen pada perusahaan media siber dinilai menjadi ancaman nyata bagi eksistensi media lokal.

​Pesan tersebut disampaikan oleh Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Selatan, Zainal Helmie, dalam acara buka puasa bersama insan pers, mitra kerja dari BPK, Ombudsman, Adaro, serta sektor perbankan di Gedung PWI Kalsel, Kamis (12/03/2026) kemarin.

Helmie menyoroti perubahan drastis regulasi kepemilikan saham. Jika sebelumnya modal asing dibatasi maksimal 20 persen, kini melalui perjanjian baru, investor asing dimungkinkan menguasai saham media sepenuhnya.

​"Sekarang saham asing bisa menguasai media sepenuhnya. Padahal sebelumnya hanya dibatasi maksimal 20 persen saja," ungkapnya.

​Kebijakan ini dikhawatirkan akan memicu dominasi platform global yang dapat menenggelamkan media-media daerah. 
Menanggapi kegelisahan konstituennya, 

Dewan Pers dilaporkan telah mengirimkan surat resmi kepada pemerintah pusat agar meninjau ulang atau mencabut aturan tersebut demi kedaulatan informasi nasional.

​Selain tekanan modal asing, industri media siber lokal juga terjepit oleh sistem monetisasi platform global seperti Google yang dianggap tidak adil. Ketergantungan pada Adsense seringkali tidak sebanding dengan biaya produksi konten berkualitas.
​Sebagai langkah penyelamatan, PWI Kalsel mendorong pemerintah daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, untuk memberikan dukungan konkret melalui kebijakan anggaran publikasi yang berpihak pada media lokal.

​"Kita berharap pemerintah provinsi maupun kabupaten dan kota dapat melihat media sebagai mitra strategis. Paling tidak ada keberpihakan dalam kebijakan anggaran untuk media," tegasnya.

 Ia mengingatkan bahwa pemangkasan anggaran publikasi di saat ekonomi belum stabil akan berakibat fatal bagi operasional dapur redaksi.
Penulis : rian akhmad
Kalsel
Baca Juga

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama
Hallobanua

Follow Instagram Kami Juga Ya