hallobanua.com, BANJARMASIN – PT Air Minum (PAM) Bandarmasih Kota Banjarmasin mulai melakukan langkah antisipasi serius menyusul adanya prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai fenomena El Nino Godzilla yang diprediksi memicu kemarau panjang tahun ini.
Direktur Utama PAM Bandarmasih, Zulbadi, menegaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan mitigasi manajemen risiko guna memastikan distribusi air bersih kepada pelanggan tetap terjaga, meskipun potensi intrusi air laut membayangi ketersediaan air baku.
Titik krusial yang menjadi perhatian adalah Intake Sungai Bilu di Sungai Martapura, yang kerap terdampak intrusi air laut saat debit sungai menurun.
Untuk menyiasati hal ini, PAM Bandarmasih akan menerapkan sistem pengolahan campuran.
"Mitigasinya ada dua alternatif yang kita lakukan. Kita akan melakukan mixing air baku antara IPA 1 yang bersumber dari Intake Sungai Bilu dengan air dari IPA 2 yang bersumber dari irigasi Riam Kanan (Pematang Panjang)," jelas Zulbadi pada Kamis (16/04/2026).
Ia menambahkan bahwa jika kadar garam (salinitas) di Sungai Bilu melebihi batas yang ditentukan dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 2 Tahun 2023, maka debit dari Sungai Bilu akan dikurangi dan ditambah dari sumber air tawar IPA 2.
Jika kemarau terjadi sangat ekstrem seperti pada tahun 2015, PAM Bandarmasih telah menyiapkan opsi terakhir untuk melayani kebutuhan masyarakat secara langsung.
Zulbadi juga optimis kondisi saat ini masih tergolong aman karena debit sungai dari hulu masih mampu mendorong air laut agar tidak masuk terlalu jauh ke area intake.
Terakhir, pihak PAM Bandarmasih meminta kerja sama dari seluruh masyarakat Kota Banjarmasin untuk lebih bijak dalam mengonsumsi air bersih selama musim kemarau.
Penulis : rian akhmad
Kota bjm
