Lomba Desain Sasirangan 2026 Dimulai, Banjarmasin Padukan Kreativitas Motif dan Gerakan Olah Sampah dari Hulu


hallobanua.com, BANJARMASIN – Lomba Desain Motif Sasirangan 2026, yang digelar dalam rangka menyambut Hari Jadi Kota Banjarmasin ke-500, telah resmi dimulai sejak 15 April 2026 kemarin.

Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR, saat membuka kegiatan sosialisasi lomba,Selasa (14/4/2026) tadi menekankan pentingnya kreativitas sebagai tulang punggung kota.

"Selama ini urusan kepabeanan kita lebih banyak bergantung dari luar daerah. Padahal, kalau ini kita kelola sendiri, dampaknya bisa langsung ke peningkatan pendapatan daerah," ujarnya.

 Sebagai kota yang bertumpu pada perdagangan dan jasa tanpa sumber daya alam, Yamin menegaskan bahwa inovasi adalah kunci bertahan dan berkembang.
Di balik misi mengangkat marwah Sasirangan ke kancah global (ekspor), Wali Kota Yamin secara terbuka menyoroti tantangan mendasar kota, yakni sampah. 
Ia menegaskan, pola penanganan tidak boleh lagi hanya berfokus di hilir atau sekadar pengangkutan.

"Masalahnya bukan sekadar pengangkutan. Kita harus mulai dari sumbernya, dari rumah tangga. Kalau tidak, pagi dibersihkan, sore menumpuk lagi," tegas Yamin.

Sebagai langkah konkret, Pemko Banjarmasin tengah mengupayakan koordinasi lintas instansi untuk mendorong pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir, mencakup pengurangan volume dan pemilahan sejak awal. 

Saat ini, pemerintah sedang mengusulkan pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi, dengan harapan dukungan dari Kementerian Lingkungan Hidup dapat terealisasi.

"Kalau sistem ini berjalan, tidak ada lagi alasan sampah menumpuk di pinggir jalan. Tapi tetap, pemilahan dan pengeringan sampah harus disiplin dilakukan masyarakat karena itu menentukan hasil energi," jelasnya. 

Yamin juga mengajak seluruh pihak, termasuk Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), untuk aktif mengedukasi masyarakat guna mengurangi produksi sampah.
Plt. Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Banjarmasin, Noosyahdi, memandang lomba tahun ini sebagai ajang "naik kelas" bagi Sasirangan.

 Kompetisi ini tidak hanya diikuti pemula, tetapi juga mempertemukan para senior dan pemenang lomba satu dekade terakhir dalam kategori bergengsi "best of the best".

"Kita ingin melahirkan motif yang benar-benar merepresentasikan 500 tahun Kota Banjarmasin dan bisa diterima pasar luas, bahkan sampai ekspor," kata Noosyahdi. 

Pihaknya juga mulai membangun komunikasi dengan Bea Cukai untuk membuka akses ekspor yang selama ini dianggap rumit oleh pelaku IKM.
Senada, Ketua Dekranasda Kota Banjarmasin, Neli Listriani, menegaskan bahwa lomba ini adalah strategi membangun identitas daerah.

"Motif yang terpilih akan digunakan oleh kepala daerah hingga ASN. Ini bentuk nyata bahwa karya lokal menjadi kebanggaan bersama," ujarnya. 

Dengan total sekitar 65 peserta (50 kategori reguler dan 15 kategori terbaik), Neli optimis kualitas desain Sasirangan akan semakin meningkat, siap menembus pasar nasional hingga global.

Penulis : rian akhmad & tim liputan
Kota bjm
Baca Juga

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama
Hallobanua

Follow Instagram Kami Juga Ya