Kekurangan Kuota TPA Regional Jadi Pemicu Penumpukan Sampah di Banjarmasin


hallobanua.com, BANJARMASIN – Warga Kota Banjarmasin mengeluhkan penumpukan sampah yang belum terangkut hingga siang hari di sejumlah titik strategis belum lama tadi.

Menanggapi hal tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin mengungkapkan bahwa kendala utama terletak pada pembatasan kuota pembuangan di TPA Regional Banjarbakula.

Dari pantauan hallobanua.com, beberapa titik yang terpantau mengalami penumpukan signifikan antara lain TPS Teluk Dalam, Pasar Telawang, Jalan Jafri Zam-Zam, Siring Menara Pandang dan Kawasan Pasar Kuripan.

Kepala Bidang Kebersihan dan Pengelolaan Sampah DLH Kota Banjarmasin, Marzuki, menjelaskan bahwa saat ini Banjarmasin menghadapi situasi sulit karena adanya pengurangan jatah pembuangan sampah ke TPA Regional Banjarbakula di Cempaka, Banjarbaru.

"Sekarang ini kita diberi kuota sampah di TPA Regional Banjarbakula dikurangi 100 ton per hari, yaitu hanya boleh 200 ton per hari," ujar Marzuki, Selasa (07/04/2026).

Padahal, setelah melalui proses pemilahan di TPS3R, Pusat Daur Ulang (PDU), rumah kompos, dan rumah pilah, rata-rata sampah yang harus dibuang ke TPA masih mencapai 270 ton per hari.

Artinya, setiap hari terdapat selisih 70 ton sampah yang tidak memiliki tempat pembuangan.

Situasi ini diperparah dengan momentum Ramadan dan libur operasional selama satu hari pada hari raya Idulfitri. Jeda waktu tersebut memicu terjadinya "tabungan" sampah yang terus membengkak.

Hingga saat ini, DLH mencatat akumulasi sampah yang masih tertahan di berbagai TPS mencapai kurang lebih 240 ton.

Jumlah ini merupakan sisa yang tidak terangkut sejak pasca-Lebaran karena keterbatasan kuota harian tersebut.

Guna meminimalisir dampak lingkungan dan kenyamanan warga, DLH Banjarmasin telah menyiapkan langkah darurat di titik-titik penumpukan.

"Jangka pendek, di beberapa lokasi kita bersihkan dengan cara pengarungan. Hal ini dilakukan agar sampah tidak berhamburan ke jalan dan untuk meredam aroma tidak sedap yang ditimbulkan," Jelas pria sering disapa Om Zek itu.

Pihak DLH terus berupaya mencari solusi agar tumpukan sampah ini dapat segera tertangani sepenuhnya, mengingat volume sampah rumah tangga dipastikan akan terus bertambah setiap harinya.

Penulis : rian akhmad
Kota Bjm
Baca Juga

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama
Hallobanua

Follow Instagram Kami Juga Ya