hallobanua.com, BANJARMASIN – Seekor sapi lepas dan terperosok hingga ke kolong rumah warga di kawasan Jalan Cemara Ujung / Tembus Perumnas, Kelurahan Alalak Utara, Kecamatan Banjarmasin Utara, pada Rabu (27/5/2026) kemarin.
Petugas dari Animal Rescue Banjarmasin telah dikerahkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi, sempat kesulitan karena kondisi medan yang sempit.
Hingga akhirnya sapi korban tersebut terpaksa disembelih di lokasi kejadian.
Kepala UPTD Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Basirih sekaligus Ketua Animal Rescue Banjarmasin, drh. Annang Dwijatmiko, membenarkan insiden tersebut.
Menurutnya, keputusan memotong sapi di kolong rumah diambil demi kebaikan hewan dan kelayakan konsumsi daging kurban.
"Jadi ada satu ekor yang dilakukan pemotongan darurat karena sapinya jatuh di bawah rumahan dan tidak bisa dievakuasi. Kejadiannya di Banjarmasin Utara, sapinya lari, lalu terjatuh ke bawah (kolong) rumah. Kami sarankan untuk pemotongan darurat, dan itu sah untuk dilakukan sebagai sembelian hewan kurban," ujar drh. Annang saat dikonfirmasi, Kamis (28/5/2026).
Drh. Annang mengungkapkan bahwa laporan mengenai sapi stres, lepas, hingga mengamuk menjadi aduan yang paling mendominasi yang diterima oleh pihak dinas sepanjang pelaksanaan ibadah kurban tahun ini.
Ada beberapa faktor utama yang dinilai menjadi pemicu fluktuasi psikologis hewan kurban tersebut hingga menjadi agresif.
Mulai dari perjalanan jauh selama pengiriman hewan dari daerah asal sampai faktor cuaca, dikarenakan suhu udara dan cuaca yang terik saat proses pemindahan atau penampungan.
"Tak hanya itu, kondisi lingkungan, seperti kerumunan warga dan suasana ramai di sekitar lokasi penambatan juga membuat sapi kaget atau panik," jelasnya.
Sementara itu dari hasil pemeriksaan kesehatan daging oleh Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Banjarmasin melalui Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan dilakukan secara maraton sejak hari pertama hingga hari kedua Lebaran.
"Alhamdulillah untuk pelaksanaan hari raya kurban tahun 2026 ini, tim dari bidang peternakan dan kesehatan hewan melakukan pemeriksaan dari hari pertama dan kedua. Laporan sejauh ini belum ada temuan terkait infeksi cacing hati (Fasciola hepatica)," tambah Medic Veteriner DKP3 Banjarmasin, drh Prasetya Widhiastuti.
Sementara itu, aktivitas penyembelihan di RPH Basirih justru mengalami lonjakan signifikan pada hari kedua ini. Tercatat sebanyak 92 ekor sapi ditangani oleh petugas RPH sejak dini hari.
Penulis : rian akhmad
Kota bjm
