​Tegur Keributan Tengah Malam, Warga Sungai Jingah Dikeroyok Puluhan Remaja, Polisi Buru Pelaku

​hallobanua.com, BANJARMASIN – Keributan yang terjadi di kawasan RT 9 Jalan Jahri Saleh, Komplek Cacat Veteran, Kelurahan Sungai Jingah, Banjarmasin Utara, berujung aksi pengeroyokan brutal. 

Seorang warga paruh baya bernama Muhammad Saleh Fauzi (59) diduga menjadi sasaran amukan puluhan orang setelah mencoba menegur sekelompok pemuda yang membuat gaduh di lingkungan tempat tinggalnya, Rabu (27/5/2026) dini hari tadi sekitar pukul 02.30 Wita.

​Kasus pengeroyokan secara bersama-sama ini pun dibenarkan oleh Kapolsek Banjarmasin Utara, AKP Sunardi, saat dikonfirmasi awak media pada Jumat (29/5/2026) siang. 

Menurut Kapolsek, saat ini kasus tersebut sudah masuk dalam tahap penyelidikan intensif oleh tim di lapangan.

​"Benar memang adanya pengeroyokan yang dilakukan secara bersama-sama, yang diduga dilakukan oleh remaja," ujar AKP Sunardi.

​Berdasarkan data kepolisian, jumlah pelaku diperkirakan mencapai puluhan orang. 

"Untuk terduga pelakunya itu kurang lebih 15-25 remaja. Sudah ada yang kita indikasi dan nanti akan kita lakukan pengembangan lebih lanjut," tuturnya.

​Sunardi memaparkan, insiden itu bermula saat korban berniat baik untuk menenangkan situasi di lingkungan sekitar.

"Sebenarnya tujuan korban ini untuk melerai atau menegur anak remaja yang sedang berkelahi di lokasi tersebut. Akan tetapi para remaja tersebut malah memukul korban," papar Sunardi.
Saat keributan pecah, situasi di lokasi sebenarnya cukup ramai, namun warga lain tidak berani bertindak.

"Saat kejadian ada beberapa warga yang ada di lokasi kejadian, hanya saja korban saja yang berani maju dan menegur mereka," lanjut Kapolsek.

​Ditemui terpisah, korban Muhammad Saleh Fauzi menceritakan bahwa dirinya spontan keluar karena merasa terganggu dengan kegaduhan di tengah malam. Naas, niat baiknya berbuah petaka.

​"Saya menegur karena mereka ribut tengah malam. Tapi malah saya yang dipukuli," ujar Fauzi.

​Fauzi memperkirakan gerombolan yang menyerangnya berjumlah sekitar 25 orang. Mereka datang berkonvoi menggunakan sepeda motor, dengan rentang usia antara remaja hingga dewasa sekitar 20 sampai 25 tahun. 

Menurutnya, kelompok tersebut memang kerap menjadikan kawasan itu sebagai tempat berkumpul. 

"Sering kumpul sampai malam, ramai terus," katanya.

​Seorang saksi mata di lokasi kejadian, Acila, menuturkan bahwa sebelum korban dikeroyok, memang sempat terjadi gesekan atau keributan antar-kelompok remaja di sekitar TKP.

Fauzi kemudian datang mendekat untuk meminta mereka membubarkan diri demi ketertiban lingkungan.

​"Kai (kakek) bilang bubar saja karena sudah malam, tapi mereka malah balik lagi lebih banyak," kata Acila.

​Teguran itu justru memicu emosi massa yang lebih besar. Kelompok remaja tersebut langsung menyerang korban secara membabi buta.

"Kai sempat lari, tapi tetap dikejar dan dipukuli," tambah Acila.

Ia menyebut korban tidak hanya dipukul dan diinjak, tetapi juga diserang menggunakan balok kayu ulin.

​Akibat aksi anarkis tersebut, Fauzi menderita luka sobek di bagian kepala (dahi), serta luka-luka di kaki, telapak tangan, hingga punggungnya. Tidak berhenti di situ, para pelaku juga merusak kediaman korban. 

"jendela rumah pecah dan barang-barang dirusak," ucap Fauzi.

​Pasca-kejadian pertama, warga sekitar yang ketakutan langsung berupaya meminta bantuan dengan melapor ke ketua RT setempat serta menghubungi pihak kepolisian melalui layanan panggilan darurat 110. 

Namun, situasi sempat mencekam ketika sebagian pelaku justru kembali datang ke lokasi dengan mempersenjatai diri.
"Mereka datang lagi bawa senjata tajam setelah warga telepon polisi," ungkap Acila.

Kali ini, para pelaku tampak menenteng senjata tajam jenis celurit dan parang panjang sebelum akhirnya membubarkan diri saat petugas kepolisian tiba di lokasi.
Peristiwa berdarah ini menyisakan keresahan mendalam bagi warga Komplek Cacat Veteran. 

Pasalnya, lokasi tersebut ditengarai kerap dijadikan tempat nongkrong hingga dini hari dan diduga kuat sering disertai dengan pesta minuman keras.

"Warga takut kejadian seperti ini terulang lagi,"pungkas Acila.
Mengantisipasi hal serupa, Kapolsek Banjarmasin Utara mengimbau agar masyarakat tidak ragu untuk langsung berkoordinasi dengan aparat jika melihat potensi gangguan keamanan.

​"Ia mengimbau kepada seluruh masyarakat, agar bisa segera melaporkan ke pihak kepolisian terdekat atau menghubungi 110, apabila ada mendengar atau melihat kejadian serupa atau hal-hal yang mencurigakan," tutup AKP Sunardi.

Penulis : rian akhmad
Kota bjm
Baca Juga

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama
Hallobanua

Follow Instagram Kami Juga Ya