hallobanua.com, BANJARMASIN - Menyemarakkan peringatan Hari Bakti Dokter Indonesia (HBDI) ke 118 IDI Cabang Kota Banjarmasin menggelar "HBDI Expo", di Sekber Khatib Dayyan, Banjarmasin, Minggu (14/6/2026).
Peringatan Hari Bakti itu menyajikan berbagai program preventif dan kuratif, mulai dari khitanan massal, edukasi kesehatan struktural melalui perhimpunan spesialis, hingga pasar produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Kendati Banjarmasin tergolong sebagai kota besar dengan rasio ketersediaan dokter yang relatif aman, isu pemerataan layanan kesehatan ke wilayah pinggiran kota tetap menjadi sorotan utama dalam komitmen bakti profesi tersebut.
Ketua IDI Cabang Banjarmasin, dr. Prategrini P. Sucifaalinda, mengungkapkan bahwa kendati peran dokter di Indonesia terus bergerak dinamis, optimalisasi pengabdian masih terbentur oleh ketimpangan distribusi tenaga medis.
"Sebenarnya selama ini dokter sudah berperan aktif, namun mungkin masih belum optimal karena kita tahu bersama bahwa jumlah dokter ini secara makro masih kurang, dan ketersediaannya cenderung lebih banyak berpusat di perkotaan, semoga ke depannya sebaran ini bakal merata ke pelosok," ujar dr. Ratih.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa kehadiran HBDI Expo melalui stand-stand edukasi kesehatan diharapkan mampu mendekatkan peran dokter spesialis secara nyata kepada masyarakat bawah.
Apresiasi dan dukungan penuh terhadap langkah IDI ini turut disuarakan oleh Pemerintah Kota Banjarmasin.
Sementara itu, Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR, yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Dwi Atmi, menyatakan bahwa pemerintah daerah menaruh harapan besar agar komitmen pelayanan IDI menyentuh seluruh sudut wilayah tanpa terkecuali area perbatasan (hinterland).
"Kami berharap, sebagaimana yang ditekankan oleh Bapak Wali Kota, seluruh dokter yang bernaung di bawah Ikatan Dokter Indonesia memiliki komitmen kuat untuk melayani dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat luas. Pelayanan yang diberikan oleh rekan-rekan dokter tentu harus bisa dirasakan oleh masyarakat luas. Tidak hanya fokus pada pengobatan, tetapi juga mengedepankan kepuasan dan kesembuhan pasien secara holistik," ujarnya.
Merespons tantangan fasilitas kesehatan dan pemenuhan tenaga medis di kawasan pelosok kota, seperti area Basirih dan Mantuil yang berada di wilayah perbatasan, dr Atmi memastikan pemerintah daerah terus melakukan pemantauan dan penguatan infrastruktur kesehatan secara reguler.
Penulis : rian akhmad
Kota Bjm
Tags
Banjarmasin
