hallobanua.com, BANJARMASIN - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kalimantan Selatan menggelar seruan aksi unjuk rasa bertajuk "Reformati Indonesia" di depan Gedung DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Senin, (15/06/2026).
Aksi yang dimulai pukul 14.30 WITA ini menyuarakan berbagai ketimpangan kebijakan di era pemerintahan saat ini.
Rizky Ketua BEM STIH Sultan Adam Banjarmasin mengkritik keras jalannya pemerintahan rezim Prabowo-Gibran yang dinilai telah mengingkari amanat konstitusi dan kepercayaan publik.
"Rezim Prabowo-Gibran hari ini menjaga program populis, program ambisius yang memakan ratusan triliun APBN! Hari ini kita melihat kebijakan MBG (Makan Bergizi Gratis) masih dijalankan teman-teman. MBG masih sampai detik ini berjalan, padahal Kepala BKN (Badan Karantina Nasional / lembaga terkait) nyata-nyata korupsi di program tersebut!" tegas Rizky di hadapan massa aksi yang disambut teriakan sepakat dari para mahasiswa.
Selain menyoroti pemborosan anggaran negara pada program populis, aliansi BEM Se-Kalsel juga membawa empat poin tuntutan utama yang dinilai krusial bagi hajat hidup masyarakat.
Mulai dari menuntut pemerintah untuk segera memberhentikan realisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih karena dinilai rawan penyelewengan dan membebani APBN.
Kemudian mendesak pemerintah pusat untuk segera membatalkan kenaikan harga BBM dan kebutuhan pokok yang dinilai kian mencekik perekonomian rakyat kecil.
Lalu menolak dengan tegas revisi Undang-Undang Kepolisian Negara Republik Indonesia (UU Polri) demi menjaga profesionalitas dan nilai-nilai demokrasi dan mendesak pemerintah pusat dan daerah untuk memprioritaskan peningkatan kesejahteraan serta fasilitas pendidikan, khususnya yang berada di wilayah-wilayah terpencil.
Aksi yang berlangsung di bawah pengawalan aparat keamanan ini masih berlangsung.
Mahasiswa menuntut agar Ketua DPRD Provinsi Kalsel, Supian HK datang dan menemui puluhan mahasiswa yang datang.
Penulis : rian akhmad
Kalsel
Tags
Banjarmasin
