hallobanua.com, BANJARMASIN – Proyek pembangunan pintu air program National Urban Flood Resilience Project (NUFREP) di kawasan siring Pierre Tendean, Banjarmasin, berdampak terhadap keberadaan lapangan basket di samping patung Bekantan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin, Chandra Iriandi Wijaya, mengungkapkan pengalihan titik pembangunan ke area lapangan basket Pierre Tendean terpaksa dilakukan karena adanya kendala teknis dan sosial di lokasi awal yang belum rampung.
"Cuma karena di sana (lokasi dekat klenteng) terkendala dengan adanya lahan yang belum terbebaskan, akhirnya lokasi pengerjaan dipindahkan ke area lapangan basket," jelasnya, Senin, (8/6/2026).
Ia menyebut secara teknis, lahan lapangan basket yang diperlukan untuk pengerjaan proyek ini sebenarnya hanya separuh dari total area.
Namun, demi menjaga keselamatan publik dan pekerja di lapangan, kawasan tersebut akhirnya disterilisasi secara menyeluruh.
Terkait hilangnya fasilitas olahraga masyarakat untuk sementara waktu, Dinas PUPR Kota Banjarmasin berjanji segera berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III selaku instansi vertikal yang menaungi proyek NUFREP tersebut.
Chandra menegaskan, sebelum proyek menyentuh lapangan basket, pihak BWS sebenarnya telah mengajukan izin bersyarat kepada Dinas PUPR Kota Banjarmasin untuk penggunaan aset lahan tersebut. Komitmen perbaikan pasca-proyek pun sudah masuk dalam pembahasan.
Ia juga memastikan bahwa setelah proyek tahap pertama ini selesai, fasilitas olahraga yang terdampak akan dikembalikan seperti semula melalui tanggung jawab dari pihak BWS dan kementerian terkait.
Penulis : rian akhmad
Kota bjm
