hallobanua.com, BANJARMASIN – Hari pertama pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026 untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Banjarmasin mulai dilaksanakan pada Selasa, (09/06/2026).
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Banjarmasin, Ryan Utama, memastikan jika pelaksanaan SPMB di hari pertama berjalan lancar.
"Hari ini kita sudah mulai untuk SPMB sekolah menengah pertama gelombang pertama. Gelombang pertama ini diperuntukkan bagi jalur prestasi, baik akademik maupun non-akademik, serta jalur afirmasi," ujar Ryan di sela-sela pemantauannya di SMPN 15 dan SMPN 31 Banjarmasin.
Namun, ia mencatat adanya karakteristik khusus warga di kedua wilayah sekolah tersebut, di mana mayoritas orang tua wali murid masih memerlukan pendampingan intensif dari panitia untuk melakukan penginputan data ke sistem digital.
Meskipun pendaftaran dilakukan secara daring (online), pihak sekolah telah menyiagakan tenaga operator untuk melayani warga yang datang langsung.
Ryan menegaskan, setiap data yang dibantu input oleh operator wajib diperiksa ulang (cross-check) oleh orang tua sebelum akhirnya menandatangani lembar verifikasi sebagai bukti keabsahan data.
"Setiap wilayah dan sekolah memiliki karakteristik warga yang berbeda-beda. Di sekolah lain mungkin rata-benar sudah menginput mandiri lewat gadget atau handphone masing-masing, dan yang datang ke sekolah hanya yang memiliki kendala saja," tambahnya.
Menanggapi fenomena tren penurunan jumlah pendaftar di sekolah-sekolah yang berada di kawasan pinggiran kota pada tahun-tahun sebelumnya, Disdik Banjarmasin telah menyiapkan strategi khusus.
"Kami kemarin sudah memberikan pengayaan kepada para kepala sekolah mengenai bagaimana mem-branding sekolah mereka. Penting untuk memunculkan unggulan-unggulan yang ada, baik di bidang akademik maupun non-akademik, sebagai ajang promosi agar siswa SD lebih tertarik mendaftar ke sini," papar Kadisdik.
Selain perbaikan jangka panjang seperti pembenahan infrastruktur, pelayanan humanis dari panitia sekolah yang siap membantu proses pendaftaran dinilai menjadi daya tarik tersendiri bagi warga sekitar.
"Kebetulan ini pertama kali mendaftarkan anak masuk SMP karena anak ulun (saya) tunggal. Kalau masalah sinyal bermasalah itu biasa karena dipakai bersamaan. Tapi karena kurang terbiasa menggunakan gadget, ulun langsung datang ke sekolah," tutur Nurul, salah seorang orangtua siswa.
Pada SPMB kali ini, Nurul memanfaatkan kuota tiga pilihan sekolah yang tersedia sebagai alternatif. Selain SMPN 31 selaku pilihan utama, ia juga memasukkan SMPN 9 dan SMPN 2 Banjarmasin sebagai sekolah pilihan berikutnya.
Penulis : rian akhmad
Kota Bjm
Tags
Pemko Banjarmasin
