Pelopor Konseling Genetika di Kalimantan Selatan, FKIK ULM Perkuat Pendampingan Keluarga Anak Disabilitas Intelektual

hallobanua.com, BANJARMASIN – Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) melalui Program Dosen Wajib Mengabdi (PDWA) menggelar kegiatan “Edukasi Konseling Genetika bagi Orang Tua Anak Disabilitas Intelektual” di Gedung Theater FKIK ULM, Jumat (6/6/2026).

Kegiatan ini menjadi langkah awal yang visioner dalam memperkenalkan layanan konseling genetika kepada masyarakat Kalimantan Selatan sekaligus memperkuat pendampingan bagi keluarga yang memiliki anak dengan disabilitas intelektual.

Sejak awal hingga akhir kegiatan, para orang tua dan wali siswa SLBN 2 Banjarmasin tampak antusias mengikuti sesi edukasi dan diskusi. 

Berbagai pertanyaan mengemuka, mulai dari penyebab kondisi disabilitas intelektual, kemungkinan terulang pada anak berikutnya, hingga kekhawatiran mengenai masa depan dan kemandirian anak saat memasuki usia dewasa.

Ketua Tim Pengabdian FKIK ULM, Dr. dr. Hj. Siti Wasilah, M.Si., Med., mengungkapkan bahwa selama ini perhatian terhadap anak disabilitas intelektual masih banyak berfokus pada aspek perawatan dan pendidikan dasar. 

Padahal, menurutnya setiap anak memiliki potensi yang perlu dikenali dan dikembangkan agar mampu menjalani kehidupan yang lebih mandiri.

"Diagnosis yang tepat bukan sekadar memberikan nama pada suatu kondisi. Diagnosis adalah pintu masuk untuk memahami kebutuhan anak secara lebih menyeluruh, merancang pendampingan yang sesuai, serta membantu keluarga mempersiapkan masa depan anak dengan lebih terarah dan optimistis," ujar Siti Wasilah.

Menurutnya, edukasi mengenai konseling genetika sangat penting karena dapat membantu keluarga memahami faktor-faktor yang memengaruhi kondisi anak sekaligus menjadi dasar dalam perencanaan kesehatan dan pendampingan jangka panjang.

"Kami ingin mengubah cara pandang masyarakat terhadap disabilitas intelektual. Fokusnya bukan hanya pada keterbatasan yang dimiliki anak, tetapi juga pada potensi yang bisa dikembangkan. Dengan pendampingan yang tepat, anak-anak ini memiliki kesempatan untuk tumbuh, berpartisipasi, dan hidup secara bermartabat di tengah masyarakat," tambahnya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapatkan materi dari sejumlah narasumber kompeten, yakni dr. Syaiful Fadillah, Sp.KJ., yang membahas tantangan kesehatan mental yang dihadapi keluarga anak dengan disabilitas intelektual, serta dr. Arief Budiarto, Sp.A(K)., yang memaparkan aspek tumbuh kembang dan kebutuhan kesehatan anak secara komprehensif.

Melalui penyampaian yang komunikatif dan berbasis pengalaman klinis, para narasumber memberikan pemahaman bahwa anak dengan disabilitas intelektual tidak hanya membutuhkan bantuan, tetapi juga memiliki hak untuk berkembang, memperoleh pendidikan, berpartisipasi dalam kehidupan sosial, serta meraih kualitas hidup yang lebih baik.

Bagi banyak keluarga yang hadir, kegiatan ini menjadi ruang harapan sekaligus wadah berbagi pengalaman. 

Para orang tua diajak memahami bahwa di balik diagnosis terdapat peluang untuk merencanakan masa depan anak secara lebih baik, termasuk dalam aspek pendidikan, kemandirian, kehidupan sosial, hingga peluang bekerja di masa mendatang.

Melalui kolaborasi antara akademisi, tenaga kesehatan, sekolah, dan keluarga, FKIK ULM berharap kegiatan ini dapat menjadi fondasi lahirnya gerakan yang lebih luas dalam mendukung penyandang disabilitas intelektual di Kalimantan Selatan.

"Kami berharap konseling genetika dapat menjadi bagian dari layanan yang semakin mudah diakses masyarakat. Dengan begitu, keluarga tidak hanya mendapatkan informasi, tetapi juga pendampingan yang berkelanjutan dalam mempersiapkan masa depan anak-anak mereka," pungkas Dr. Siti Wasilah.

Kegiatan ini menegaskan komitmen FKIK ULM untuk terus berkontribusi dalam pemberdayaan keluarga dan penyandang disabilitas intelektual, sekaligus mendorong perubahan paradigma dari sekadar merawat menjadi memberdayakan, dari sekadar memahami keterbatasan menjadi mengenali potensi, serta dari sekadar bertanya tentang masa depan menjadi bersama-sama mempersiapkannya.

tim liputan
Kota Bjm
Baca Juga

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama
Hallobanua

Follow Instagram Kami Juga Ya