Tingkatkan Kualitas Atlet, FKTI Korda Kalsel Gelar Gashuku dan Ujian DAN Tingkat Nasional 2026 di Banjarmasin


hallobanua.com, BANJARMASIN – Federasi Karate Tradisional Indonesia (FKTI) Koordinator Daerah (Korda) Kalimantan Selatan resmi membuka agenda akbar Gashuku, Ujian DAN, dan Sertifikasi Tingkat Nasional Tahun 2026.

Kegiatan pestandaran teknik dan regenerasi atlet ini diselenggarakan selama empat hari, mulai Senin, (29/06/2026) hingga Kamis, (02/07/2026), bertempat di Aula SMPN 14 Banjarmasin.

Agenda nasional ini menjadi momentum penting bagi para karateka tradisional di Kalimantan Selatan untuk menguji ketahanan fisik, mental, serta pendalaman teknik setelah sekian lama berlatih secara konsisten.

Sebanyak 35 peserta dari berbagai daerah mengikuti tahapan pengujian intensif ini, yang dinilai langsung oleh tim penguji dari Komite Nasional (Kornas) FKTI.

Ketua FKTI Korda Kalimantan Selatan, H. Ibnu Sina, usai pembukaan pada Minggu (28/06/2026) tadi malam menyampaikan apresiasi yang mendalam atas dukungan penuh yang diberikan oleh jajaran pengurus pusat dalam menyukseskan agenda penting ini.

Menurutnya, ajang ini merupakan fase evaluasi yang sangat dinantikan oleh para atlet yang telah berkomitmen berlatih sejak bertahun-tahun lalu.

"Terima kasih banyak atas dukungan dari Kornas FKTI yang hadir langsung memberikan support bagi anak-anak kita semua, begitu juga dari pengurus provinsi mengingat FKTI merupakan anggota resmi KORMI, baik di tingkat Kalimantan Selatan maupun di kabupaten/kota," ungkapnya.

"Tentu inilah momen yang ditunggu-tunggu oleh para karateka kita yang telah konsisten berlatih sejak tahun 2007–2008. Saat inilah mereka menguji hasil latihan melalui tahapan standarisasi ini," ujar Ibnu lagi.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari proses regenerasi berkelanjutan untuk melahirkan bibit unggul baru yang siap mengharumkan nama Banua.

Ia mengingatkan kembali prestasi membanggakan FKTI Kalsel yang sukses menembus peringkat 8 besar nasional dengan raihan 8 medali emas pada ajang FORNAS di Lombok beberapa waktu lalu.

"Tentunya itu sesuatu yang sangat membanggakan, dan kita harap kita bisa terus berkembang," harapnya.

Lewat pembinaan yang terstruktur, ia berharap olahraga ini dapat menjadi jalan prestasi yang mampu meningkatkan kesejahteraan hidup para atlet melalui berbagai instansi pemerintahan maupun swasta.

Sementara itu, Ketua Kornas FKTI, Sensi Drs. Afrizal Edward, menegaskan bahwa proses Gashuku dan ujian ini bertujuan untuk menyamakan dan meningkatkan standar teknik karate tradisional secara nasional sebelum para peserta dinyatakan layak naik tingkat.

"Melalui kegiatan di dojo ini, teknik mereka diselaraskan dan distandarkan terlebih dahulu, kemudian diuji secara ketat. Kita akan melihat apakah kualitas mereka sudah memenuhi standar kompetensi nasional," ujarnya.

"Perlu diingat, menyandang Sabuk Hitam bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal gerbang utama untuk mendalami esensi bela diri yang sesungguhnya. Kami berharap para penyandang Sabuk Hitam baru ini nantinya berkiprah aktif membentuk dan membina generasi penerus di daerah," jelas Sensi Afrizal.

Dukungan penuh juga mengalir dari Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kalimantan Selatan.

Koordinator Olahraga Tradisional dan Kreasi Budaya (OTKB) KORMI Kalsel, Muhammad Supardi, mengaku sangat bangga dengan perkembangan pesat FKTI di bawah kepemimpinan Ibnu Sina selama empat tahun terakhir. Ia optimistis prestasi FKTI Kalsel akan terus melonjak di masa depan.

"Kami dari pihak pemerintah provinsi yang membawahi OTKB membina 38 induk organisasi olahraga (Inorga) di Kalsel, dan FKTI adalah salah satu kebanggaan utama kami. Prestasi 8 emas dan 7 perak di Lombok kemarin akan terus kami jaga dan pelihara. Kami menargetkan ke depan raihan ini bisa meningkat hingga lebih dari 10 medali emas," kata H Didi.

H. Didi juga memberikan apresiasi khusus atas kehadiran pengurus nasional serta sosok pembina senior berusia 71 tahun (Ir. H. Sanjoto Oetomo) yang masih sangat energik dalam membalikkan motivasi para pemuda di Kalimantan Selatan.

Mengingat persebaran dojo FKTI yang kini sudah sangat masif hingga ke tingkat sekolah dan wilayah seperti Banjarbaru, KORMI Kalsel berkomitmen penuh untuk terus mengawal pertumbuhan FKTI agar semakin besar dan melahirkan generasi yang unggul, sehat, dan berkarakter.


Penulis : rian akhmad
Kalsel
Baca Juga

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama
Hallobanua

Follow Instagram Kami Juga Ya