Dinilai Sah dan Konstitusional, Sudirman Said Buka Muskot PMI Banjarmasin di Hotel Harper, H Aftahuddin Terpilih Jadi Ketua

hallobanua.com, BANJARMASIN – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Banjarmasin resmi menggelar Musyawarah Kota (Muskot) bertempat di Hotel Harper Banjarmasin pada Minggu siang (12/07/2026).

Momentum ini menjadi langkah krusial dalam membentuk kepengurusan definitif yang inklusif demi menjamin kesiapsiagaan penuh organisasi kemanusiaan ini dalam melayani masyarakat.

Hadir secara langsung untuk membuka dan mengawal jalannya forum tertinggi tingkat kota tersebut, Ketua Bidang Organisasi Pengurus Pusat PMI, Sudirman Said.

Kehadiran tokoh nasional ini sekaligus menegaskan legalitas dan keabsahan hukum pelaksanaan Muskot yang sempat dinilai mengalami dinamika penundaan.

Dalam keterangannya kepada awak media, Sudirman Said menegaskan bahwa seluruh unit di bawah lini organisasi PMI harus senantiasa berada dalam kondisi siap siaga menghadapi segala kemungkinan bencana maupun tugas kemanusiaan. Oleh sebab itu, kekosongan kepengurusan definitif di tingkat kota tidak boleh dibiarkan berlarut-larut.

"Semua unit harus terus siap-siaga terhadap segala macam kemungkinan. Karena itu yang paling penting adalah pengurus PMI Kota Banjarmasin segera terbentuk definitif. Dan Muskot ini merupakan jalan konstitusional yang harus ditempuh," ujar Sudirman tegas kepada awak media.

Menanggapi adanya dinamika internal terkait jadwal pelaksanaan, Sudirman menceritakan bahwa Pengurus Pusat (PP) PMI sebelumnya telah menerima berbagai surat dari daerah yang mengindikasikan adanya penundaan yang berulang.

Oleh karena itu, pada akhir Juni lalu, PP PMI telah mengirimkan surat instruksi agar Muskot segera dilaksanakan. Meskipun sempat ada jawaban dari pengurus provinsi yang merencanakan pelaksanaan pada 1 Agustus mendatang, PP PMI menilai percepatan adalah langkah terbaik.

Sudirman juga meluruskan spekulasi yang mempertanyakan keabsahan agenda ini. Dirinya menyatakan tidak ada istilah ilegal dalam pelaksanaan Muskot kali ini.

"Tidak ada istilah ilegal karena sepanjang panitia memiliki mandat dan mereka masih punya mandat sekarang, kemudian dihadiri oleh pemegang suara yang sah, yaitu para pengurus kecamatan, maka forum ini sah. Memang idealnya dihadiri pengurus provinsi, tapi kan mereka sudah diundang juga. Kami datang ke sini untuk meyakinkan seluruh syarat hukum dan kelegalan Muskot ini terpenuhi. Saya sendiri yang membuka dan akan duduk (mengawal) di sini sampai selesai. Jadi tidak ada alasan untuk mengatakan ini tidak legal. Ini sah secara hukum," tambahnya.

Melalui forum ini, PP PMI berharap dapat melahirkan kepengurusan baru yang merangkul semua pihak, bersifat inklusif, serta mampu secara efektif langsung menjalankan tugas-tugas kemanusiaan di lapangan.

Di sisi lain, Ketua Pelaksana Muskot PMI Banjarmasin, H. Aftahuddin, menyatakan bahwa siapapun ketua terpilih nantinya, figur tersebut mengemban amanah besar untuk memperkuat posisi PMI Kota Banjarmasin, terutama dalam bersinergi dengan pemerintah kota maupun provinsi.

H. Aftahu juga membeberkan sejumlah program strategis yang mendesak untuk digali dan direalisasikan oleh kepengurusan baru dalam waktu dekat. Salah satu target utama adalah kemandirian fasilitas Unit Transfusi Darah (UTD).

"Saat ini kita belum memiliki UTD sendiri. Insya Allah dalam 6 bulan ke depan, kita akan menyiapkan lahan secara mandiri agar gedung UTD PMI Kota Banjarmasin bisa segera berdiri," ungkap H. Aftahuddin.

Selain pemenuhan UTD, PMI Banjarmasin juga membidik tata kelola lingkungan kesehatan yang lebih baik. Pihaknya berencana menjalin kerja sama strategis dengan PMI Surabaya terkait pengelolaan limbah sampah kesehatan (medis).

Tak kalah penting, optimalisasi pelayanan donor darah juga akan dirombak agar lebih menyentuh masyarakat. Kepengurusan ke depan ingin memberikan apresiasi lebih nyata kepada para pendonor sukarela.

"Masyarakat yang mendonorkan darahnya memang ikhlas tanpa mengharap sesuatu. Tetapi, dari pihak kita (PMI) yang harus berinisiatif memberikan sesuatu kepada mereka sebagai bentuk ucapan terima kasih yang tulus. Pelayanan inilah yang akan terus kita optimalkan ke depan agar ketersediaan darah di Banjarmasin selalu aman," pungkasnya.

Sementara itu, berdasarkan hasil Muskot PMI Kota Banjarmasin yang berjalan cukup alot, , terpilih menjadi Ketua PMI Kota Banjarmasin, H Aftahuddin. 


Penulis : rian akhmad
Kota Bjm
Baca Juga

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama
Hallobanua

Follow Instagram Kami Juga Ya