Dishub Banjarmasin Siapkan Kelotok Jadi Angkutan Umum yang Terintegrasi Darat


hallobanua.com, BANJARMASIN – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Banjarmasin terus mematangkan konsep integrasi transportasi multimoda yang menghubungkan angkutan jalan (darat) dan angkutan sungai.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin, Slamet Begjo, mengungkapkan bahwa secara fisik, konsep angkutan terintegrasi sebenarnya sudah akrab dilihat di kota-kota besar.

Namun, tantangan utama di Banjarmasin saat ini terletak pada sinkronisasi sistem, terutama pada penyelarasan perangkat lunak (software) pendukung.

"Konsep terkait dengan integrasi sebenarnya adalah kemudahan masyarakat untuk melakukan mobilitas. Karena di Banjarmasin ada angkutan sungai dan angkutan jalan, fokus kita adalah bagaimana menghubungkan pengguna jasa dari sungai ke jalan dan sebaliknya secara langsung atau seamless," ujar Slamet dihubungi Rabu (08/07/2026).

Menurut Slamet, fondasi integrasi ini sudah berjalan sejak tahun 2023. Momentum tersebut ditandai dengan rampungnya pembangunan Halte Integrasi Nol Kilometer (0 Km) yang secara signifikan mengubah wajah transportasi publik di Kota Seribu Sungai.

Hub tersebut sukses menjadi titik temu dan mengoneksikan berbagai moda angkutan jalan, mulai dari angkutan bandara, Trans Banjarmasin, hingga Trans Banjarbakula.

Memasuki tahun 2026, Dishub mencatat animo masyarakat terhadap layanan di Hub Nol Kilometer ini terus menunjukkan tren yang sangat positif.

Meski integrasi di darat sudah berjalan dengan baik, Slamet mengakui konektivitas dengan sektor sungai masih berjalan parsial.

Hingga saat ini, pemanfaatan angkutan sungai masih didominasi oleh sektor pariwisata, sementara untuk angkutan umum reguler belum sepenuhnya terkoneksi ke dalam sistem pembayaran.

Untuk menyempurnakan interkoneksi tersebut, Dishub Banjarmasin membidik momentum Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan tahun ini.

Jika mendapat dukungan anggaran, Dishub siap mengoperasikan angkutan umum sungai reguler yang terintegrasi.

Dari sisi infrastruktur darat atau dermaga (vessel), Slamet menegaskan bahwa Banjarmasin sebenarnya sudah sangat siap.

Jaringan konektivitas sungai ini dirancang untuk menyasar wilayah-wilayah ujung di internal Kota Banjarmasin.

"Sisi prasarana penghubungnya sudah kita bangun dan siap. Rutenya nanti dari ujung ke ujung, contohnya dari Mantuil (Kuin Kacil) menuju ke Pemko, kemudian ke wilayah utara, hingga ke Sungai Lulut di wilayah timur dan juga wilayah barat," jelasnya.

Terkait armada yang akan digunakan, Dishub memastikan tidak akan menghilangkan identitas lokal. Jenis angkutan sungai yang disiapkan akan tetap berbasis pada kelotok, agar nuansa khas kebudayaan Banjarmasin tetap kental dirasakan oleh penumpang.


Penulis : rian akhmad
Kota bjm
Baca Juga

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama
Hallobanua

Follow Instagram Kami Juga Ya