Gelar Aksi di PLN UP3 Banjarmasin, Aliansi Masyarakat Kalsel Bersatu Pertanyakan Solusi Pemadaman Listrik


hallobanua.com, BANJARMASIN — Gelombang protes masyarakat Kalimantan Selatan terkait maraknya pemadaman listrik terus berlanjut.

Kali ini, massa dari Aliansi Masyarakat Kalsel Bersatu kembali melayangkan kritik tajam dalam aksi unjuk rasa di depan kantor PT PLN (Persero) UP3 Banjarmasin.

Para orator yang bergantian naik ke atas mobil komando menumpahkan kekecewaan masyarakat atas minimnya kejelasan dan solusi konkret dari pihak manajemen PLN.

Salah seorang orator perempuan, Alin,  menyuarakan keresahan warga terkait dampak pemadaman yang dirasakan seluruh lapisan masyarakat.

Ia mengkritik langkah pemberian bantuan lampu darurat (emergency) atau fasilitas genset yang terkesan tebang pilih dan tidak menyelesaikan masalah utama.

"Kalau misalnya mau kasih solusi, mau bantu masyarakat juga, jangan cuma membagikan lampu emergency. Panas! Kenapa bukan pembagian genset saja? Karena terdampak ini para UMKM dan semua masyarakat. Jadi kalau mau kasih solusi alternatif itu jangan yang nyeleneh. Lampu emergency buat apa, kipas angin tidak ada!" tegasnya di hadapan jajaran manajemen PLN dan aparat.

Tak hanya itu, orator lain yang mengenakan kaus bertuliskan "PLN  Pandustaan Listrik Nyala" menegaskan bahwa rakyat tidak akan diam menyaksikan kelalaian pelayanan publik.

Ia mendesak para pejabat dan manajemen PLN untuk berani menghadapi masyarakat dan memberikan pembuktian atas kinerja mereka.

"Masyarakat tidak menutup mata dan tidak menutup telinga. Kami hari ini bicara kalau ada bukti atas apa yang dilakukan oleh PLN. Apakah hari ini PLN takut dengan suara ataupun aksi dari masyarakat Kalimantan Selatan? Yakinlah, orang-orang yang ada di PLN, GM, manajemen, wakil manajemen, asisten manajemen adalah masyarakat Kalimantan Selatan!," serunya disambut sorakan massa.

Dalam kesempatan itu, pihaknya juga menggelar aksi simbolis yang menarik perhatian publik, massa membongkar karung berisi batubara dan menumpahkannya langsung di jalan depan kantor PLN.

Serpihan batubara tersebut kemudian diambil dan diserahkan secara langsung kepada pimpinan serta jajaran manajemen PLN UP3 Banjarmasin yang keluar menemui demonstran.

Salah satu orator di atas mobil komando menegaskan bahwa aksi penyerahan batubara ini merupakan bentuk sindiran sekaligus kepedulian masyarakat terhadap krisis pasokan energi yang dialami PLN.

"Kita sumbangkan batu bara kepada pihak PLN. Katanya PLN lagi kekurangan batu bara, Kawan-kawan. Mohon diterima, Pak. Ini bentuk kepedulian kami kepada PLN agar bahwasanya batu bara ini kami serahkan," ujarnya di hadapan pejabat PLN.

Aksi yang membentangkan spanduk tuntutan di jalan raya tersebut berlangsung riuh namun tetap terkendali dengan pengawalan ketat kepolisian.

Massa menuntut transparansi penanganan gangguan serta kompensasi atas kerugian ekonomi yang dialami warga akibat pemadaman berulang.

Penulis : rian akhmad
Kota bjm
Baca Juga

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama
Hallobanua

Follow Instagram Kami Juga Ya