Tak Sanggup Atasi Pemadaman Listrik Agustus Nanti, Pimpinan PLN Dituntut Mundur!


​hallobanua.com, BANJARMASIN - Amarah warga terkait krisis dan pemadaman listrik berkepanjangan di Kalimantan Selatan berujung pada desakan perombakan pimpinan di jajaran PLN. 

Aliansi Masyarakat Kalsel Bersatu secara tegas menuntut jajaran pimpinan PT PLN (Persero) untuk meletakkan jabatannya apabila krisis listrik tak kunjung tuntas hingga Agustus.

​Desakan keras tersebut menggema dalam aksi unjuk rasa di depan Kantor UP3 Banjarmasin pada Rabu (29/07/2026). Di atas mobil komando, Koordinator Aksi, Muhammad Ramadhan Syarif, mendesak pimpinan PLN bertanggung jawab atas penderitaan warga akibat krisis energi yang terus berulang.

​Ketegangan sempat terjadi saat massa mendesak tersambung melalui panggilan video call langsung dengan General Manager PT PLN (Persero) UID Kalselteng, Iwan Soelistijono.

Namun, panggilan dari lokasi aksi yang dibantu Asisten Manager Transaksi Energi, Ahyar Rifani, tersebut akhirnya hanya terhubung dengan Manajer PT PLN (Persero) UP3 Banjarmasin, Yanuar.

​Di hadapan massa, ultimatum ditegaskan: jika krisis listrik masih terjadi pada awal hingga pertengahan Agustus, tidak ada opsi lain selain pimpinan PLN mengundurkan diri.

​"Ya, kalau misalnya dalam beberapa poin tuntutan itu tidak terlaksanakan dan tidak terjawabkan, pihak PLN pun tadi sudah berani berkomitmen dan bertanggung jawab atas melepas daripada jabatannya itu," ujar Muhammad Ramadhan Syarif di lokasi aksi.

​Ramadhan menegaskan  massa tidak akan tinggal diam jika PLN ingkar janji. Konsolidasi gerakan akan kembali digelar dengan tuntutan yang jauh lebih keras.

​"Kalau hari ini menurut saya selaku koordinator lapangan, saya cukup puas dengan jawaban dan kenyataan dari pihak PLN. Namun kalau misalnya dari pihak PLN tidak mengikuti dan ingkar janji, kami bakal turun lagi dan meminta tuntutannya adalah untuk lepas jabatannya," tegas Ramadhan.

​Selain desakan mundur, massa juga mengunci komitmen PLN untuk mengizinkan perwakilan masyarakat dan wartawan meninjau langsung lokasi titik kerusakan pembangkit guna memastikan transparansi.

​Menjawab ancaman dan desakan mundur dari massa, Asisten Manager Transaksi Energi PLN, Ahyar Rifani, menyatakan komitmen manajemen untuk bertanggung jawab dan terbuka kepada publik. Pihaknya berjanji mengakomodir peninjauan lokasi perbaikan dalam waktu 1x24 jam.

​"Masyarakat yang meminta bukti perbaikan, kami dari manajemen PLN akan mengakomodirnya. Sesuai dengan tuntutan tadi 1x24 jam, insya Allah nanti akan kami segera kabarkan," tutur Ahyar.

​Ahyar mengklaim bahwa upaya penanganan di lapangan mulai menunjukkan hasil berupa pemangkasan durasi pemadaman listrik secara bertahap.

​"Dalam dua hari ini, yang sebelumnya kita ketika padam itu 5–6 jam per durasinya, per hari ini, mungkin per nanti malam juga, itu bisa kita pangkas menjadi 3–4 jam. Jadi sudah ada perbaikan," terangnya.

​Kini publik menanti pembuktian di bulan Agustus: apakah PLN mampu memulihkan pasokan listrik secara penuh, atau julukan "janji manis" akan mengantarkan jajaran pimpinan pada gelombang desakan mundur yang lebih besar.

​Penulis: Rian akhmad
Kota bjm
Baca Juga

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama
Hallobanua

Follow Instagram Kami Juga Ya