Antisipasi Kabut Asap, Wali Kota Banjarmasin Minta Disdik dan Dinkes Bergerak Cepat Lindungi Siswa


hallobanua.com, BANJARMASIN – Wali Kota Banjarmasin, H. Muhammad Yamin HR, menginstruksikan seluruh dinas terkait untuk bergerak cepat merespons maraknya fenomena kabut asap yang mulai menyelimuti Kota Banjarmasin pada pagi hari. 

Langkah ini dilakukan guna memastikan kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak usia sekolah, tetap terjaga.

Yamin menegaskan, Pemko Banjarmasin tidak ingin bersikap reaktif atau menunggu jatuh korban sakit baru mengambil tindakan.

 Karena itu, Dinas Pendidikan (Disdik) diminta rutin mengkaji perkembangan kondisi di lapangan.

"Kita minta khususnya dinas terkait untuk melakukan pengkajian dan melihat kondisinya seperti apa saat ini. Jangan sampai nanti anak-anak kita sudah sakit baru bertindak. Kalau kondisinya sudah tidak memungkinkan, Kepala Dinas Pendidikan saya harapkan mengurangi pembelajaran di luar sekolah. Dan kalau memang makin parah, ya mungkin belajar di rumah saja secara daring," ujar Yamin Jumat (21/08/2026).

Berdasarkan pengamatannya, kabut pekat biasa terlihat pada pagi hari sekitar pukul 06.00 hingga 07.00 WITA dan mulai mengurai menjelang siang.

 Kondisi ini dinilai cukup rawan bagi murid Sekolah Dasar (SD) yang harus berangkat ke sekolah di pagi hari.

"Kalau pagi jam 6 atau jam 7 itu kelihatannya sangat pekat, mungkin campuran embun dan asap kiriman. Jam 9 atau jam 10 baru berkurang. Maka dari itu, saya minta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengecek kondisi udara. Saya dapat informasi alat ukurnya masih rusak, saya minta segera ditindaklanjuti agar kita tahu pasti kualitas udara kita," tegasnya.

Selagi menunggu data resmi dan jika kondisi masih belum terlalu ekstrem, sekolah diimbau tetap beraktivitas di dalam ruang kelas serta mewajibkan penggunaan masker.

Tak hanya sektor pendidikan, Dinas Kesehatan (Dinkes) juga diperintahkan melakukan pemetaan potensi lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) serta memastikan kesiapan fasilitas medis.

"Dinas Kesehatan harus melakukan pemetaan karena penyakit utamanya pasti ISPA. Seluruh Puskesmas harus mempersiapkan stok obat, jangan sampai orang berobat tapi obatnya tidak ada. Kemarin saya juga sudah sampaikan ke Dinkes untuk segera membagikan masker di jalanan sebagai edukasi, utamanya bagi pekerja luar ruangan seperti pengemudi ojek online dan anak-anak di sekitar sekolah," pungkas Yamin. 


Penulis : rian akhmad
Baca Juga

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama
Hallobanua

Follow Instagram Kami Juga Ya