Diserang Hama, Petani Banjarmasin Terancam Gagal Panen


hallobanua.com, BANJARMASIN — Kemarau panjang yang melanda Kota Banjarmasin turut berdampak kepada para petani. Tak hanya harus menyaksikan tanah persawahan mereka retak-retak akibat kekeringan ekstrem, para petani kini juga terancam penurunan hasil panen hingga risiko gagal panen (puso).

Dua wilayah yang paling parah terdampak adalah Banjarmasin Timur (sekitar Sungai Lulut) dan Banjarmasin Selatan (sekitar Tanjung Pagar).

"Kemarin yang mengalami kekeringan lumayan ekstrem itu di Kecamatan Banjarmasin Timur, sekitar Sungai Lulut. Kemudian di Kecamatan Banjarmasin Selatan, sebagian sekitar daerah Tanjung Pagar. Itu lumayan ekstrem, tanahnya sampai bengkang (terbelah-belah)," ungkap Kepala Bidang Pertanian DKP3 Banjarmasin, Jenderawati, dihubungi Jumat (14/08/2026).

Musibah ini terjadi di momen krusial, saat tanaman padi mulai mengurai (berisi) dan membutuhkan banyak air. Tak berhenti di situ, ancaman lain juga mengintai tanaman milik petani di kawasan timur.

"Pas kami tinjau di daerah timur (Sungai Lulut), ada lahan pertanian yang mulai terkena serangan tungro. Hama ini sifatnya menular, tetapi semaksimal mungkin terus kita usahakan untuk bantu para petani," tutur Jenderawati.

Untuk menyelamatkan mata pencaharian para petani, DKP3 memaksimalkan dua rumah pompa besar berkapasitas 6 inci serta membagikan pipa penyambung berukuran besar, mirip selang pemadam kebakaran, agar pasokan air sungai yang kian surut tetap bisa menjangkau titik sawah yang mengering.

"Satu unit pompa besar berkapasitas 6 inci itu sejatinya mampu mengairi persawahan hingga 47 hektare. Dengan adanya tambahan pipa besar ini, kita harapkan jangkauan air yang terdistribusi bisa semakin luas dan menyelamatkan lahan petani," pungkasnya.


Penulis: Rian Akhmad
Kota Bjm
Baca Juga

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama
Hallobanua

Follow Instagram Kami Juga Ya