LFB 2026 Gelar Lokakarya Film: 100 Sineas Muda Kalsel Berebut Pendanaan Banua Film Fund


hallobanua.com, BANJARMASIN — Bertepatan dengan perayaan 500 tahun Kota Banjarmasin dan 10 tahun kiprah Forum Sineas Banua (FSB), ajang Layar Film Banjar (LFB) 2026 bertajuk "Salawasnya" resmi digelar mulai Jumat (14/8/2026) hingga Minggu (16/08/2026) di kawasan UPTD Taman Budaya Kalimantan Selatan.

Salah satu pilar utama rangkaian acara ini adalah Lokakarya Pitch Deck yang diikuti oleh 20 kelompok produksi terpilih. Setiap kelompok terdiri dari 5 orang peserta, sehingga total ada 100 sineas muda Kalimantan Selatan yang siap mengasah proyek film mereka.

Ketua Forum Sineas Banua (FSB) sekaligus Direktur LFB 2026, Munir Shadikin, menyampaikan bahwa para peserta akan menjalani mentoring intensif selama tiga hari dari pagi hingga sore hari.

"Hari ini kita mulai lokakarya proposal film untuk 20 kelompok. Mereka akan saling mempresentasikan proyek filmnya di hadapan tiga mentor secara intensif. Di hari pertama ada presentasi dan evaluasi umum, hari kedua pementoran one-on-one per kelompok, dan hari ketiga mereka akan presentasi ulang," jelas Munir di sela kegiatan.

Selama tiga hari pelaksanaan, para peserta didampingi oleh tiga profesional dibidangnya. Seperti Johansyah Jumberan, yang merupaka produser dan sutradara asal Banua yang dikenal lewat berbagai karya film layar lebar nasional seperti Kuyank dan Saranjana.

Kemudian ada Sofia Setyorini, salah seorang programmer festival film dan impact producer (produser berdampak) pendiri East Cinema dan Bayu Bastari, seniman peran, aktor, dan praktisi teater berpengalaman di Kalimantan Selatan.

Munir menambahkan, hasil akhir dari lokakarya ini akan menentukan nasib keberlanjutan proyek para peserta. Tiga kelompok dengan presentasi terbaik (best pitch deck) akan otomatis lolos seleksi awal program pendanaan Banua Film Fund. 

"Program skema produksi dan pendanaan film ini turut didukung oleh Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya serta UPTD Taman Budaya Kalsel," tuturnya.

Disisi lain, animo sineas muda Banua terhadap kegiatan ini terbilang sangat tinggi. Munir menyebutkan, mayoritas peserta sekitar 70 persen, merupakan pelajar dari jurusan broadcasting dan perfilman.

"Harapan kami ini bisa menumbuhkan regenerasi, memberikan mereka ruang berkembang di luar sekolah, sekaligus membuka mata mereka bagaimana melihat ekosistem perfilman saat ini," ungkap Munir.

Bahkan demi mengikuti lokakarya ini, sejumlah kelompok dari luar wilayah Banjarbakula (Banjarmasin, Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Barito Kuala) rela menempuh perjalanan jauh hingga menginap.

"Ada sekitar empat kelompok dari luar Banjarbakula. Mereka mau menginap, ada yang berangkat dari jam 4 subuh, bahkan ada yang berangkat dari malam sebelumnya. Ini memberikan kami energi baik dan semangat bahwa niat belajar mereka luar biasa," tutur Munir.

Selain agenda lokakarya di siang hari, LFB 2026 juga menghadirkan sesi pemutaran film (screening) dan diskusi publik pada malam hari, termasuk program film pelajar Layar Kanas Anum dan program pemutaran film ramah disabilitas Bioskop Bisik. 


Penulis : rian akhmad
Kota bjm
Baca Juga

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama
Hallobanua

Follow Instagram Kami Juga Ya