hallobanua.com, BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin menggelar Kejuaraan Jiu-Jitsu Mat Madness Wali Kota Cup 2026 di Balai Kota Banjarmasin pada 21–23 Agustus 2026.
Turnamen ini diselenggarakan sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Banjarmasin ke-500 sekaligus wadah pembinaan atlet bela diri di daerah.
Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR, menyampaikan harapannya agar kejuaraan ini menjadi ajang positif untuk menyalurkan bakat para pencinta dan penghobi olahraga Jiu-Jitsu.
"Pagi ini kita membuka kejuaraan Jiu-Jitsu dalam rangkaian Hari Jadi Kota Banjarmasin yang ke-500. Kita berharap kegiatan ini menjadi wadah bagi para pencinta dan penghobi Jiu-Jitsu, sekaligus melahirkan bibit-bibit atlet yang nantinya mampu mewakili Banjarmasin di ajang nasional maupun internasional," ujar Yamin usai pembukaan.
Kejuaraan kali ini juga menyedot perhatian karena diikuti oleh peserta dari luar daerah hingga luar negeri.
"Suatu kebanggaan bagi kita, kegiatan ini tidak hanya diikuti atlet lokal dan Kalimantan Timur, tetapi juga peserta dari mancanegara, yaitu Australia," tambahnya.
Melihat jalannya laga, Wali Kota juga terkesan dengan ketegangan serta teknik pertarungan Jiu-Jitsu yang mengandalkan bantingan dan kuncian. Menurutnya, cabang olahraga ini membutuhkan disiplin tinggi, ketekunan, serta kekuatan fisik yang prima.
Sementara itu, Pelatih Jiu-Jitsu Banjarmasin, Ignasius Rizky Perdana Salan, menjelaskan bahwa turnamen ini diikuti sebanyak 104 peserta dari berbagai klub di Kalimantan Selatan. Selain klub lokal yang mendominasi, kehadiran peserta dari Australia turut menambah kemeriahan kompetisi.
"Peserta paling jauh berasal dari Australia. Kebetulan yang bersangkutan sedang berada di Banjarmasin dan berkeinginan ikut berkompetisi," ungkap Ignasius.
Ia menambahkan, perkembangan Jiu-Jitsu di Banjarmasin menunjukkan tren positif meski tantangan pergeseran minat generasi muda masih ada.
Pada perhelatan Porprov sebelumnya, tim Jiu-Jitsu Banjarmasin sukses mengumpulkan 1 medali emas, 4 perak, dan 5 perunggu.
"Kami ingin terus memberikan ruang kegiatan positif bagi generasi muda agar energinya disalurkan ke hal baik dan mengukir prestasi, ketimbang melakukan hal negatif seperti perundungan (bullying) atau berbuat onar di jalan," tegasnya.
Terkait fasilitas, Ignasius mengapresiasi dukungan Pemkot Banjarmasin. Namun, ia menyuarakan harapan agar ke depan ada bantuan untuk sertifikasi pelatih dan wasit sesuai standar nasional hingga internasional demi mengoptimalkan program pembinaan atlet daerah.
Penulis : rian akhmad
Kota bjm
