hallobanua.com, BANJARMASIN — Pembongkaran Monumen Kayuh Baimbai di persimpangan Jalan Pangeran Antasari oleh Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin menuai sorotan dan protes dari kalangan seniman dan budayawan.
Pasalnya, monumen berupa relief tersebut merupakan karya maestro seni rupa Banua, Misbach Tamrin, yang dinilai memiliki nilai sejarah dan identitas kuat bagi Kota Seribu Sungai.
Menanggapi langkah penataan kota tersebut, Ketua Dewan Kesenian Banjarmasin (DKBJM), Hajriansyah, menyampaikan apresiasinya atas upaya penataan wajah kota melalui pembangunan Taman Bamara. Namun, ia tidak menampik kekhawatiran terkait hilangnya salah satu aset seni penting di ruang publik.
"Kami menyampaikan keprihatinan atas hilangnya Monumen Kayuh Baimbai karya Maestro Misbach Tamrin. Kemajuan kota tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kemampuannya merawat sejarah, menghormati para maestro, dan menjaga identitas kebudayaan untuk generasi mendatang," ujar Hajriansyah dalam pernyataan sikapnya di akun Instagram Dewan Kesenian Kota Banjarmasin.
DKBJM pun mengimbau Pemko Banjarmasin untuk terus membuka ruang dialog bersama para seniman dan budayawan guna mencari solusi terbaik yang tetap mempertahankan nilai-nilai sejarah dan warisan budaya lokal.
Menjawab kekhawatiran tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar, menjelaskan bahwa langkah pembongkaran diambil berdasarkan pertimbangan teknis dan keselamatan masyarakat.
Hasil kajian menunjukkan adanya kemiringan pada struktur bangunan relief taman tersebut yang berpotensi membahayakan jika tidak segera ditangani.
"Secara teknis struktur bangunan taman relief itu terjadi kemiringan. Dinilai membahayakan kalau seandainya tidak kita lakukan perbaikan secara segera karena dikhawatirkan bisa roboh," ungkap Tezar saat dikonfirmasi, Sabtu (01/08/2026).
Dalam proses rehabilitasi kawasan ini, Pemko Banjarmasin bekerja sama dengan pihak ketiga (perusahaan periklanan).
Selain perbaikan struktur, lokasi tersebut nantinya juga akan difungsikan untuk mendatangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pemasangan media videotron.
Meskipun akan ada penyesuaian bentuk fisik, Tezar menegaskan bahwa Pemko Banjarmasin berkomitmen untuk tetap mempertahankan nilai estetika dan elemen desain asli karya Misbach Tamrin sesuai arahan Wali Kota Banjarmasin.
"Berdasarkan arahan Pak Wali Kota, secara struktur akan kita perbaiki, tetapi untuk desain-desain tertentu akan tetap kita pertahankan. Relief-relief lainnya mungkin diperbaharui dengan tetap mempertahankan desain tersebut," jelasnya.
Guna meluruskan dan menyelaraskan persepsi, Pemko Banjarmasin dijadwalkan akan menggelar pertemuan langsung dengan Misbach Tamrin dalam waktu dekat.
"Kami berdasarkan arahan Pak Wali akan langsung mendatangi Pak Misbach setelah Pak Wali pulang dari umrah. Mudah-mudahan hari Selasa atau Rabu nanti bisa bertemu langsung dengan beliau," pungkas Muftezar.
Penulis : rian akhmad
Kota bjm
