hallobanua.com, BANJARMASIN —
Wakil Walikota Banjarmasin, Hj Ananda, resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua PMI Kota Banjarmasin periode 2025–2030 dalam forum yang dipastikan sah dan berlegitimasi penuh.
Hj Ananda sebagai calon tunggal, terpilih secara resmi di Musyawarah Kota (Muskot) PMI Kota Banjarmasin, Sabtu petang (1/8/2026) di Aula Kayuh Baik-baik Banjarmasin.
Terpilihnya Ananda sekaligus mengklarifikasi klaim Muskot yang sempat digelar pihak lain beberapa waktu lalu yang bahkan sempat dihadiri pengurus PMI Pusat, yakni Ketua Bidang Organisasi PMI, Sudirman Said.
Plt Ketua PMI Kota Banjarmasin, Puar Junaidi, menyindir keras pelaksanaan agenda yang diklaim sebagai Muskot oleh pihak luar sebelumnya tanpa mengantongi Surat Keputusan (SK) atau prosedur organisasi yang sah.
"Yang namanya orang kawin sah itu kan harus ada surat kawinnya. Artinya bila kita menyelenggarakan musyawarah itu harus ada SK. Kalau tidak punya SK tapi tetap menggelar, itu sama saja melakukan tindakan untuk kepuasan sendiri. Siapapun boleh, tidak ada yang melarang, tapi organisasi ada aturannya," tegas Puar disela Muskot.
Puar menambahkan, Muskot resmi yang dijadwalkan oleh Plt kepengurusan kali ini diikuti oleh seluruh pengurus kecamatan dan hanya mengusung satu calon tunggal.
"Yang namanya musyawarah resmi itu melakukan evaluasi terhadap program kerja 5 tahun terakhir (2020–2025). Kita berharap muncul pemikiran brilian untuk menyumbangkan tenaga dan pikiran demi kebesaran PMI Kota Banjarmasin," tambahnya.
Senada dengan Puar, Ketua PMI Provinsi Kalimantan Selatan, Gusti Iskandar, menegaskan bahwa Muskot yang digelar pada 1 Agustus ini adalah satu-satunya agenda konsolidasi organisasi yang sah dan terdaftar dalam mekanisme vertikal PMI.
Menanggapi kabar adanya pengurus PMI Pusat yang sempat berhadir pada agenda Muskot sebelumnya, Gusti Iskandar menjelaskan hal tersebut murni terjadi akibat disinformasi atau kekurangan informasi yang diterima pihak pusat.
"Pihak dari pusat yang berhadir sebelumnya itu karena kekurangan informasi yang sesungguhnya. Saya sudah bertemu dengan beliau dan menyampaikan kondisi sebenarnya. Dikira pelaksanaan sebelumnya itu digelar oleh PMI Kota, padahal tidak," ungkap Gusti Iskandar.
Iskandar menekankan bahwa Muskot hari ini mengantongi legitimasi penuh karena telah melalui konsolidasi internal, pembinaan struktural di tingkat kecamatan, serta audiensi resmi bersama Wali Kota Banjarmasin selaku Pelindung PMI daerah.
"Hari ini resmi kita lakukan dan mendapatkan legitimasi baik dari Pemerintah Kota, Forkopimda, hingga kawan-kawan relawan dan TSR. Hasil Muskot ini juga akan segera kami laporkan secara resmi ke PMI Pusat sebagai bagian dari konsolidasi organisasi secara vertikal," terangnya.
Usai ditetapkan sebagai ketua terpilih, Ananda berkomitmen untuk segera membenahi roda organisasi PMI Kota Banjarmasin sesuai AD/ART serta menyelesaikan sejumlah catatan penting terkait tata kelola internal.
"Pasti kita jalankan roda organisasi sesuai AD/ART. Ada PR terkait pembinaan aset, transparansi keuangan, hingga akuntabilitas pelayanan publik yang akan kita benahi. Sesuai arahan Pak Wali Kota, yang sudah bagus kita tingkatkan, yang kurang bagus kita perbaiki," jelas Ananda.
Selain fokus internal, Ananda juga merancang program pembinaan untuk generasi muda (Gen Z) agar lebih aktif dalam gerakan donor darah melalui pendekatan digital dan sosial media.
Dukungan penuh Pemko Banjarmasin terhadap kepengurusan baru ini juga dibuktikan dengan rencana penyerahan hibah aset bangunan gedung baru untuk PMI Kota Banjarmasin pada tahun mendatang.
Ananda mengungkapkan, Wali Kota Banjarmasin telah memerintahkan Bagian Aset untuk mengalokasikan gedung yang berlokasi strategis di samping Hotel Aria Barito, berdampingan dengan Gedung Pramuka.
"Pak Wali Kota baru mengetahui bahwa PMI Kota Banjarmasin selama ini tidak memiliki gedung sendiri karena belum tersambungnya komunikasi di masa lalu. Beliau langsung mengisyaratkan dan memerintahkan Bagian Aset untuk menyiapkan bangunan gedung yang bisa dipakai PMI tahun depan," tutup Ananda.
Penulis : rian akhmad
Kota bjm
