hallobanua.com, BANJARMASIN — Memasuki hari ke-18 pelaksanaan Operasi Search and Rescue (SAR) terhadap bangkai kapal KM Virgo Transport 8, Tim SAR gabungan menggelar evaluasi teknis secara menyeluruh. Evaluasi ini berfokus pada analisis tingkat risiko keselamatan penyelaman di dasar laut.
Kepala Kantor Basarnas Banjarmasin selaku Search and Rescue Mission Coordinator (SMC), I Putu Sudayana, menegaskan bahwa keselamatan seluruh personel penolong, khususnya para penyelam, merupakan prioritas tertinggi yang tidak dapat ditawar demi mewujudkan prinsip zero accident.
Guna memastikan standar keselamatan tersebut, Basarnas menunjuk On-Scene Coordinator (OSC) khusus untuk memimpin serta mengevaluasi seluruh aktivitas teknis di bawah air.
"LPG ini dilaksanakan untuk mengevaluasi penyelaman. Dari Basarnas Special Group (BSG), kami menunjuk Bapak Erdiansah Putra sebagai OSC khusus penyelaman. Nanti kami mintai keterangan dan data terkait kondisi riil di dasar laut," ujar I Putu Sudayana di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin.
Putu menekankan bahwa tim penyelam di lapangan adalah pihak yang paling mengetahui kondisi batas kemampuan teknis dan potensi ancaman di dalam bangkai kapal.
Jika hasil pemetaan menunjukkan area yang terlalu membahayakan, penelusuran secara manual tidak akan dipaksakan.
"Kalau memang sudah tidak mampu lagi melaksanakan penyelaman dan ada bagian-bagian yang tidak bisa dimasuki karena sangat membahayakan, saya selaku SMC tidak bisa memaksakan. Itu terlalu berisiko bagi keselamatan tim yang saya kerahkan," tegasnya.
Melihat tingginya risiko penyelaman manual di area tertentu, Basarnas mendorong Kementerian Perhubungan serta pemilik kapal untuk segera mengambil langkah konkret pengangkatan (salvage) bangkai kapal KM Virgo Transport 8 agar proses pencarian korban lebih optimal.
Ia kembali mengingatkan seluruh pihak bahwa aspek keamanan kerja di lapangan merupakan hal mutlak yang tidak boleh diabaikan dalam kondisi apa pun.
"Saya tidak ingin mengorbankan anggota saya di lapangan hanya gara-gara mengabaikan prosedur keamanan. Keselamatan adalah nomor satu, tidak ada yang boleh mengabaikannya, termasuk saya. Saya tidak akan memerintahkan anggota jika situasinya sudah sangat berisiko," tutup Putu.
Hingga kini, Tim SAR gabungan terus berkoordinasi intensif dengan seluruh pemangku kepentingan untuk menentukan langkah strategis berikutnya.
Penulis : Rian Akhmad
Kalsel
