hallobanua.com, BANJARMASIN — Lima jenazah korban kecelakaan tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 kembali berhasil diidentifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) Selasa (22/09/2026) kemarin.
Diketahui, seluruh korban yang teridentifikasi dalam tahap ini berjenis kelamin laki-laki dan berasal dari luar wilayah Kalimantan Selatan.
Total jenazah yang telah berhasil diidentifikasi oleh tim medis secara keseluruhan mencapai 14 orang dari total 18 korban meninggal dunia yang dievakuasi ke RS Bhayangkara.
Kabid Humas Polda Kalsel, Kombes Pol. Nur Khamid, menyampaikan bahwa pihak kepolisian terus bersiaga penuh selama 24 jam untuk mendukung proses evakuasi serta pengamanan di lapangan.
"Dari data rilis, total ada 243 orang (penumpang). Sebanyak 126 orang telah dievakuasi, dengan rincian 108 selamat dan 18 meninggal dunia. Saat ini tim masih terus melakukan pencarian terhadap 117 orang lainnya," ujar Kombes Pol. Nur Khamid saat konfrensi pers di RS Bhayangkara kemarin.
Sementara itu, Kabid Dokkes Polda Kalsel selaku Komandan Tim DVI, Kombes dr. Moch. Sofwan, menjelaskan rincian hasil pemeriksaan medis dan identifikasi terhadap lima jenazah terbaru. Yakni Annas (48), asal Bangkalan, Jawa Timur, Bagus Mahendra (20), asal Klaten, Jawa Tengah dan Aldo Nur Rahmansyah (19), asal Surakarta, Jawa Tengah yang teridentifikasi melalui data sekunder ciri medis dan properti.
Kemudian Jumrit (25), asal Lamongan, Jawa Timur dan I Putu Angga Sudiana (21), asal Sekarbela, Kota Mataram, NTB yang teridentifikasi melalui data primer gigi serta data sekunder ciri medis dan properti.
Proses identifikasi ini terwujud berkat kerja sama intensif antara Tim DVI Polda Kalsel, Basarnas, tim ahli, serta dukungan dari pihak keluarga dan masyarakat.
"Saat ini tersisa 4 jenazah yang masih dalam proses identifikasi mendalam, termasuk pemeriksaan sampel DNA. Kami mengimbau dan memohon kepada pihak keluarga atau kerabat korban yang merasa kehilangan untuk segera melapor serta memberikan data pendukung demi kelancaran proses identifikasi DVI," pungkas Kombes dr. Moch. Sofwan.
Penulis : rian akhmad
Kalsel
